Pengerjaan Pedestrian Sudirman Ditarget Selesai Oktober 2020

Sejumlah warga memanfaatkan jalur baru kawasan pedestrian Kotabaru sisi barat, Jogja, Selasa (22/1). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
05 Februari 2020 15:07 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Kota Jogja menargetkan revitalisasi jalur pedestrian di ruas Jalan Jenderal Sudirman akan dikerjakan pada April dan selesai pada Oktober 2020.

“Awal pekerjaan revitalisasi tahap dua trotoar Jalan Sudirman akan kami percepat yaitu dimulai pada April sehingga awal Oktober sudah selesai,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Agus Tri Haryono, Rabu (5/2/2020).

Pekerjaan revitalisasi trotoar tahap dua tersebut akan dilakukan dari simpang Jembatan Gondolayu hingga kawasan Tugu Jogja, bahkan hingga radius 100 meter ke seluruh penggal jalan yang berada di simpang Tugu yaitu di Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Mangkubumi hingga Jalan Margo Utomo.

Revitalisasi diharapkan dapat diselesaikan pada awal Oktober karena penggal jalan tersebut akan dimanfaatkan sebagai jalur utama penyelenggaraan kegiatan rutin tahunan Jogja Night Carnival yang digelar untuk memeriahkan ulang tahun Kota Jogja. Kegiatan biasanya digelar tiap 7 Oktober.

“Anggaran untuk revitalisasi trotoar tahap dua ini berasal dari dana keistimewaan. Sama seperti saat kami melakukan revitalisasi tahap pertama yaitu dari simpang Gramedia hingga simpang Jembatan Gondolayu,” katanya.

Alokasi anggaran untuk revitalisasi trotoar tahap dua di Jalan Jenderal Sudirman tersebut mencapai Rp27 miliar. Dalam pekerjaan tersebut juga akan dilakukan “ducting” untuk kabel udara baik kabel fiber optic yang dimiliki provider telepon selular dan juga kabel listrik milik PT PLN.

“Dalam pekerjaan kali ini, kami juga akan melebarkan trotoar di Jalan Jenderal Sudirman tetapi khusus trotoar di sisi selatan sebanyak satu meter sedangkan trotoar di sisi utara tidak akan dilebarkan,” katanya.

Pelebaran pedestrian di sisi selatan tersebut akan mempengaruhi lebar Jalan Sudirman sehingga perlu dilakukan penggeseran pembatas jalan sejauh satu meter ke sisi utara agar arus lalu lintas dari timur ke barat tetap lancar.

Agus mengatakan, jika tidak dilakukan penggeseran pembatas jalan, maka dimungkinkan terjadi kemacetan lalu lintas di jalan sisi selatan karena volume kendaraan yang melintas cenderung lebih padat dibanding jalan di sisi utara.

“Oleh karenanya, agar lalu lintas tetap berjalan dengan lancar, maka pembatas jalan kami geser satu meter ke utara,” katanya.

Sedangkan dari sisi material atau bahan untuk trotoar, Agus mengatakan, akan menggunakan material yang berbeda dibanding material yang digunakan untuk revitalisasi pedestrian Jalan Jenderal Sudirman tahap pertama. “Material trotoar akan lebih berpori. Tujuannya supaya air hujan lebih cepat meresap ke dalam tanah sehingga tidak menimbulkan genangan,” katanya.

Manajer PT PLN Area Yogyakarta Eric Rossi mengatakan, penataan kabel di sekitar Tugu akan dilakukan bersamaan dengan penataan pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman tahap dua, sehingga nantinya tidak akan ada lagi kabel udara di kawasan tersebut. “Untuk radius jarak dari Tugu, dimungkinkan sekitar 100 meter ke semua simpang jalan. Tetapi tidak menutup kemungkinan bisa lebih jauh,” katanya.

Proses penataan kabel udara di kawasan Tugu akan dilakukan dengan cara “ducting” yaitu menanam atau memasukkan kabel listrik ke dalam saluran khusus di bawah tanah. “Selama proses pemindahan kabel, dimungkinkan tidak perlu dilakukan pemadaman listrik. Kami bisa menyiapkan sumber listrik cadangan yang bisa dimanfaatkan pelanggan,” katanya.

Sumber : Antara