Viral karena Disebut Klithih, Begini Awal Mula Tawuran Pelajar di Sleman

Ilustrasi tawuran pelajar. - JIBI
05 Februari 2020 18:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Empat terduga pelaku tawuran ditangkap jajaran reserse kriminal (reskrim) Polsek Ngaglik, Sleman. Keempatnya masih duduk di bangku SMP di wilayah Sleman.

Keempat pelaku terdiri dari dua pelaku berasal dari SMPN 5 Pandowoharjo atas nama LTN, 14, dan RA, 15, dan dua pelaku lainnya dari SMP Piri Ngaglik yakni DA, 14, dan NN, 14.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan sebelumnya beredar video yang mengatakan jika aksi tawuran yang dilakukan antara dua SMP di Bumi Sembada tersebut merupakan aksi kejahatan jalanan (klithih).

"Kemarin videonya banyak yang beredar bahwa aksi yang dilakukan anak anak tersebut adalah peristiwa klithih, namun kenyataannya bukan, hanya ada gesekan setelah bertanding futsal, antara anak SMPN 5 Pandowoharjo melawan SMP Piri, sebelumnya mereka sudah janjian untuk bertanding, jadi bukan dalam ajang pertandingan resmi," jelasnya.

Dalam pertandingan futsal antara siswa dua SMP tersebut yang dilakukan di Meteor Futsal, Sardonoharjo, Jalan Kaliurang Km 13, Sinduharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, SMPN 5 Pandowoharjo kalah dengan skor tipis atas SMP Piri yakni 8-10.

Sebelumnya, mereka melakukan perjanjian satu sama lain. Isi dalam perjanjian tersebut, yakni barang siapa yang kalah diharuskan membayar Rp150.000 dan membayar biaya sewa lapangan futsal sebesar Rp70.000.

"Lalu mereka bubar dan kemudian mereka ribut di depan toko swalayan tak jauh dari Meteor Futsal, kemudian salah satu anak dari SMPN 5 Pandowoharjo menyabetkan besi ujung gir ke salah satu anak SMP Piri, namun tidak kena. Kemudian mereka bergeser ke selatan ke arah Pasar Gentan mereka ribut lagi dan lempar-lemparan batu kemudian digeledah oleh polisi ditemukan ada celurit," terangnya

Pelaku tawuran tersebut kemudian digeledah oleh polisi. Petugas berhasil mengamankan celurit yang dibawa oleh DA, 14, dan tongkat dengan ujung gir yang dibawa RA, 15. Polisi juga menyita dua kendaraan motor matic yang dipakai berboncengan para pelaku.

Adapun, barang bukti yang diamankan oleh polisi diklasifikasikan sebagai senjata tajam berbahaya dan benda tumpul yang membahayakan dan dengan terpaksa dilakukan penegakan hukum. Polisi pun mengenakan undang-undang darurat atas perbuatan keempat pelaku yang notabene masih di bawah umur.

"Tidak dilakukan penahanan, kerena mereka juga mau ujian mereka juga diharuskan wajib lapor, alasan pelaku membawa senjata tajam untuk menakut-nakuti," terangnya.

Senada dengan Yuliyanto, Kanit Reskrim Polsek Ngaglik Iptu Budi Karyanto mengatakan jika kejadian tawuran antardua sekolah menengah pertama tersebut berawal ketika dua SMP di kabupaten Sleman tersebut bertanding futsal bersama di Meteor Futsal di Jalan Kaliurang Km. 13, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.

.