Cara Daftar Bansos BPNT dan PKH 2027 Lewat Perlinsos Digital
Pendaftaran bansos BPNT dan PKH 2027 melalui Perlinsos Digital mewajibkan registrasi ulang. Simak syarat, cara daftar, dan cek desil DTSEN.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA--Jalan tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen bakal melintasi sejumlah kampus di DIY.
Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta diperkirakan akan menjadi lokasi terdampak pembangunan tol Yogyakarta-Solo, dengan luasan terbesar di area Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.
Kepala Desa Condongcatur Reno Chandra Sangaji mengungkapkan, total ada sebanyak 214 bidang dengan luas sekitar 119.324 meter persegi di Condongcatur yang terdampak proyek jalan tol.
Tidak menutup kemungkinan, jumlah bidang akan bertambah karena masih ada beberapa irisan bidang terdampak yang belum terdata dalam undangan sosialisasi, tambah dia.
"Untuk kepastian bidang yang terdampak kami masih menunggu saat pengukuran," katanya, Rabu (5/2/2020).
Di Condongcatur, proyek tol ini akan membentang sekitar 3 kilometer, yang nantinya dibangun mulai dari sisi timur dekat Polsek Depok Timur Sleman hingga Hotel Lafayette Boutique.
"Mayoritas bidang terdampak adalah tanah pribadi. Selain itu, ada bidang yang digunakan untuk ruang usaha dan jasa. Untuk kampus terdampak, antara lain Universitas Amikom, STIKES Guna Bangsa, UPN Veteran Yogyakarta, yang ada di pinggiran ringroad," ungkapnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Yogyakarta-Solo Totok Wijayanto menjelaskan, di Condongcatur, ada beberapa institusi yang terdampak.
"Paling besar kampus UPN, tapi kenanya tidak semua, paling halamannya. Yang paling banyak ruko," kata dia.
Ditanyai perihal nominal ganti untung, diperkirakan ganti untung bagi warga terdampak di Condongcatur akan memiliki besaran cukup tinggi, mengingat Condongcatur berada di kawasan perkotaan.
"Untuk besaran, masih akan dikoordinasikan. Pasar Condongcatur sebagian kena, untuk pelebaran saja," ungkapnya.
Menyinggung desain jalan, saat ini desain masih dimatangkan oleh Kementerian PUPR, selanjutnya dikonsultasikan terlebih dahulu oleh Gubernur DIY.
"Baru setelahnya bisa disosialisasikan. Untuk Kentungan desainnya at grade, ada yang elevated [melayang], disesuaikan dengan desain Monjali," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pendaftaran bansos BPNT dan PKH 2027 melalui Perlinsos Digital mewajibkan registrasi ulang. Simak syarat, cara daftar, dan cek desil DTSEN.
Atlet selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal saat Porprov Jateng 2026 di Semarang. Panitia masih menelusuri kronologi kejadian.
Timnas U-15 Indonesia kalah 0-3 dari Wales pada laga kedua Grup G Festival FIFA 2026. Tiga gol Wales tercipta pada babak kedua.
Pemerintah menunda kewajiban sertifikasi halal UMKM hingga 2028 karena banyak pelaku usaha belum memenuhi target dan terkendala administrasi.
Rute Trans Jogja ke Gunungkidul belum terealisasi meski dikaji sejak 2025. Warga berharap layanan ini mengurangi kepadatan Jalan Jogja-Wonosari.
Jogja Expo 2026 membuka peluang UMKM DIY memasuki rantai pasok haji dan umrah. Kerja sama awal yang terbentuk mencapai sekitar Rp1 miliar.