Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campur Tangan di Muktamar NU
Menhaj Irfan Yusuf menegaskan Presiden Prabowo tidak akan campur tangan dalam Muktamar NU Ke-35 dan membantah isu poros Istana.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA--Jalan tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen bakal melintasi sejumlah kampus di DIY.
Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta diperkirakan akan menjadi lokasi terdampak pembangunan tol Yogyakarta-Solo, dengan luasan terbesar di area Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.
Kepala Desa Condongcatur Reno Chandra Sangaji mengungkapkan, total ada sebanyak 214 bidang dengan luas sekitar 119.324 meter persegi di Condongcatur yang terdampak proyek jalan tol.
Tidak menutup kemungkinan, jumlah bidang akan bertambah karena masih ada beberapa irisan bidang terdampak yang belum terdata dalam undangan sosialisasi, tambah dia.
"Untuk kepastian bidang yang terdampak kami masih menunggu saat pengukuran," katanya, Rabu (5/2/2020).
Di Condongcatur, proyek tol ini akan membentang sekitar 3 kilometer, yang nantinya dibangun mulai dari sisi timur dekat Polsek Depok Timur Sleman hingga Hotel Lafayette Boutique.
"Mayoritas bidang terdampak adalah tanah pribadi. Selain itu, ada bidang yang digunakan untuk ruang usaha dan jasa. Untuk kampus terdampak, antara lain Universitas Amikom, STIKES Guna Bangsa, UPN Veteran Yogyakarta, yang ada di pinggiran ringroad," ungkapnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Yogyakarta-Solo Totok Wijayanto menjelaskan, di Condongcatur, ada beberapa institusi yang terdampak.
"Paling besar kampus UPN, tapi kenanya tidak semua, paling halamannya. Yang paling banyak ruko," kata dia.
Ditanyai perihal nominal ganti untung, diperkirakan ganti untung bagi warga terdampak di Condongcatur akan memiliki besaran cukup tinggi, mengingat Condongcatur berada di kawasan perkotaan.
"Untuk besaran, masih akan dikoordinasikan. Pasar Condongcatur sebagian kena, untuk pelebaran saja," ungkapnya.
Menyinggung desain jalan, saat ini desain masih dimatangkan oleh Kementerian PUPR, selanjutnya dikonsultasikan terlebih dahulu oleh Gubernur DIY.
"Baru setelahnya bisa disosialisasikan. Untuk Kentungan desainnya at grade, ada yang elevated [melayang], disesuaikan dengan desain Monjali," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Menhaj Irfan Yusuf menegaskan Presiden Prabowo tidak akan campur tangan dalam Muktamar NU Ke-35 dan membantah isu poros Istana.
Sidang dugaan suap Sudewa mengungkap kesaksian Ketua Kadin Kota Surakarta yang mengaku menyerahkan Rp125 juta melalui seorang perantara.
Penjualan seragam sekolah di Jogja melonjak menjelang tahun ajaran baru. Omzet toko mencapai Rp15 juta per hari seiring membludaknya pembeli.
Perempuan Bangsa DIY menggelar Muswil sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dan penguatan kader untuk menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Banggar DPR memastikan Transfer ke Daerah (TKD) 2027 tidak turun dan berpotensi melampaui alokasi Rp649 triliun pada 2026.
Erick Thohir menjelaskan alasan Oxford United absen di Piala Presiden 2026. Turnamen kini diikuti delapan tim, termasuk tiga klub luar negeri.