Begini Gambaran Pintu Keluar Masuk Jalan Tol di Ringroad Utara

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/Nicolous Irawan
05 Februari 2020 22:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Tidak hanya pemukiman penduduk, proyek jalan tol Jogja-Solo berdampak pada sejumlah perkantoran, kampus dan pusat bisnis.

Hal tersebut mencuat saat sosialisasi rencana pembangunan jalan tol di wilayah Ring Road Utara yang digelar di Condongcatur Selasa (4/2/2020) dan Maguwoharjo Rabu (5/2/2020).

Di Maguwoharjo Jalan tol dimulai dari Dusun Ringinsari hingga Dusun Pugeran. Panjang jalannya sekitar 3km. Meskipun tidak semua lahan terdampak, sejumlah bangunan strategis seperti SPBU, sekolah, pusat bisnis di sepanjang jalan ini terdampak pembangunan jalan tol. Di jalur ini, selain sawah dan perkebunan, terdapat sejumlah rumah penduduk yang terkena dampak pembangunan jalan tol.

Total jumlah lahan terdampak di Maguwoharjo sebanyak 245 bidang dengan luas 93.521 meter persegi. Semuanya dibangun secara elevated. Hal itu berbeda dengan di wilayah Kalasan yang sebagian besar dibangun secara at grade.

Di Maguwoharjo terdapat on off atau keluar masuk tol, tepatnya di persimpangan jalan raya Tajem.

Di wilayah ini lebar jalan yang dibutuhkan antara 30 hingga 70 meter dengan lebar jalan tol 24,8 meter yang dilengkapi dengan empat lajur.

Jarak antara on off Maguwoharjo dengan on off UPN hanya sepanjang 2,6 km.

Dari Ringinsari Maguwoharjo tol yang dibangun di atas selokan Mataram bergerak menuju di sisi Utara Lottemart. Dari sisi Utara pusat perbelanjaan tersebut kemudian menuju sisi Selatan Ring Road. Selanjutnya secara perlahan, Jalan tol berada di atas Ring Road.

Di wilayah Condongcatur, sejumlah kampus, pusat perbelanjaan, pasar dan sebagian lahan di kantor kepolisian seperti Polda DIY juga terdampak pembangunan jalan tersebut. Sebanyak 214 bidang dengan luas sekitar 119.324 meter persegi di Condongcatur terdampak proyek jalan tol. Tidak menutup kemungkinan, jumlah bidang akan bertambah karena masih ada beberapa irisan bidang terdampak yang belum terdata dalam undangan sosialisasi.

Proyek jalan tol di Condongcatur dimulai dari sisi Timur Polsek Depok Timur Sleman hingga Hotel Lafayette Boutique. Jalan tol juga menerabas sejumlah kampus seperti Kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Di kampus ini, diperkirakan lahan terdampak pembangunan tol cukup luas.

Selain UPN, kampus terdampak pembangunan jalan tol adalah Universitas Amikom dan STIKES Guna Bangsa, dan akses jalan masuk Universitas Mercubuana.Jalan tol juga menerabas sebagian bangunan di Pasar Condongcatur dan juga halaman Polda DIY.

"Mayoritas bidang terdampak adalah tanah pribadi. Sebagai juga milik yayasan atau kampus. Ada juga tanah kas desa yang juga terdampak. Tetapi paling banyak adalah bangunan unit usaha," kata Kepala Desa Condongcatur Reno Chandra Sangaji.

Dia berharap agar pembangunan jalan tol tersebut sesuai dengan tujuannya. Salah satunya, berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. "Apalagi di Condongcatur, selama ini sudah menjadi pusat perbelanjaan. Banyak investasi yang masuk. Jangan sampai masyarakat jadi penonton," katanya.