Revitalisasi Sewokoprojo Dinilai Buruk, Rekanan Diminta Perbaiki

Tim dari Administrasi Pembangunan Setda Gunungkidul saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) melihat hasil revitalisasi Bangsal Sewokoprojo, Rabu (5/2/2020) - Harian Jogja/David Kurniawan
05 Februari 2020 18:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Tim Adiminstrasi Pembangunan Sekretaris Daerah (Setda) Gunungkidul menggelar inspeksi mendadak (sidak) revitalisasi Bangsal Sewokoprojo yang dibenahi pada 2019. Hasilnya, tim menemukan kondisi bangunan terkini belum sesuai dengan yang diharapkan.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Gunungkidul, Hermawan Yustianto, mengatakan jajarannya sudah melihat hasil revitalisasi Bangsal Sewokprojo. Hasilnya, kondisi bangunan masih banyak kekurangan mulai dari kerapian hingga proses pengecatan yang terkesan asal selesai. “Bisa dilihat sendiri bagaimana kondisinya,” kata Yus, sapaan akrabnya saat ditemui di kompleks Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Rabu (5/2/2020).

Dia menjelaskan ketidakrapian bisa dilihat dari pemasangan struktur kayu untuk atap. Jarak antara satu papan dengan papan yang lain terlihat masih ada celah sehingga ada kesan hanya asal pasang tanpa melihatkan unsur kerapian. “Kayu yang dipakai juga bermasalah. Karena kayu belum benar-benar kering, maka cat tidak mengilat dan terlihat kusam. Seharusnya kalau kayu benar-benar kering maka saat dicat akan mengilat,” katanya.

Mantan Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) ini menyatakan beberapa temuan akan dijadikan rekomendasi untuk ditindaklanjut. Menurut dia, meski sudah menyerahkan hasil pengerjaan, tetapi rekanan masih memiliki tanggung jawab dalam pemeliharaan selama enam bulan setelah proyek diserahkan. “Hasil segera kami bahas, nanti dalam kurung seminggu rekomendasi sudah turun. Kalau melihat kondisi seperti itu, rekanan harus memperbaikinya,” katanya.