Semua Menunggu Turunnya Rekomendasi Nama Wakil Bupati Kulonprogo

Bupati Kulonprogo, Sutedjo. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
07 Februari 2020 03:17 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Meski dua nama calon wakil Bupati Kulonprogo sisa masa jabatan 2017-2022 sudah mencuat ke permukaan sejak akhir bulan lalu, semua pihak masih menunggu turunnya surat rekomendasi secara resmi dari masing-masing partai pengusung.

Sejak akhir bulan lalu, mencuat surat tertanggal 21 Januari 2020 yang menyebutkan bahwa DPP PDIP secara resmi mengusulkan Fajar Gegana dan Agus Langgeng Basuki sebagai calon tetap wabup Kulonpogo. Di bagian bawah surat tersemat tanda tangan Ketua DPP PDIP Nusyirwan Soejono dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

Namun, saat itu surat tersebut belum bisa diteruskan ke DPRD Kulonprogo melalui Bupati karena belum ada tanda-tangan ketua umum partai.

Sekretaris Sekretariat Bersama (Sekber) Penjaringan Cawabup Kulonprogo Sisa Masa Jabatan 2017-2022, Istana menuturkan saat ini surat rekomendasi dari PDIP sebagai salah satu partai pengusung sudah ditandatangani ketua umum dan sekjend DPP PDIP.

Namun, lantaran partai pengusung lain masih dalam proses meminta rekomendasi, maka dua nama tersebut hingga saat ini belum sampai ke tangan Bupati Kulonprogo. "Dari PDI Perjuangan sudah [ditandatangani ketua umum partai]," kata Istana, Rabu (5/2/2020).

Salah satu kandidat cawabup, Agus Langgeng Basuki, mengatakan hingga saat ini pun dirinya masih menunggu surat rekomendasi resmi turun dari partai. Pria yang masih menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo ini memilih untuk mengikuti prosedur yang ada.

"Kami sifatnya masih menunggu rekomendasi turun, sementara itu sambil melakukan pendekatan-pendekatan ke partai saja," kata Langgeng kepada Harianjogja.com, Kamis (6/2/2020).

Ketika ditanya terkait kemungkinan adanya rapat paripurna pengisian wakil bupati di DPRD Kulonprogo pada 26 Februari mendatang, ia mengaku akan ikut saja prosedur yang ada.

"Bisa saja [rapat paripurna pada 26 Februari] kalau rekomendasi turun sebelum itu, soalnya mekanismenya kan dari Sekber menyampaikan ke DPRD melalui Bupati," ujar dia.

Sementara itu, nama lain yang muncul ialah Fajar Gegana. Wakil Ketua DPC PDIP Kulonprogo ini masih menunggu kepastian dua nama dari Sekber sebelum memutuskan untuk melakukan silaturahmi ke partai pengusung lain.

"Saya serahkan sepenuhnya pada Sekber. Saya tunggu tahapan selanjutnya dari Sekber. Saya yakin Sekber bekerja keras dalam hal ini," terang Fajar ketika dihubungi Harianjogja.com, Kamis.

Ia berharap seluruh proses pengisian cawabup dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal dan tahapan yang sudah diagendakan oleh pansus. Pansus pilwabup di DPRD Kulonprogo memiliki masa kerja hingga 9 Maret sehingga harus segera gerak cepat.

Tak hanya kandidat cawabup yang menunggu turunnya rekomendasi, Bupati Kulonprogo, Sutedjo juga tak sabar untuk mendapatkan rekan kerja untuk menyelesaikan masa jabatan 2017-2022. Ia tak masalah siapapun kandidat yang akan dipasangkan dengannya, asal proses bisa berjalan cepat.

"Kalo bisa segera dapat 'istri', selak linu," selorohnya kepada awak media beberapa waktu lalu. Ia merasa sudah 'menduda' terlalu lama sejak ditinggal Bupati Hasto Wardoyo pertengahan tahun lalu untuk memenuhi amanah menjadi Kepala BKKBN.

Tedjo bahkan menyampaikan pepatah yang menggambarkan kondisinya saat ini. "Kodok kalungan kupat, boyok ora kuat," ujarnya disambut gelak tawa awak media.