Semi Pedestrian Malioboro Diujicoba Hari Jumat, Ini Hasilnya

Warga berekspresi dan berfoto saat Uji Coba Semi Pedestrian Jalan Malioboro di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (18/6). - Harian Jogja/ Gigih M. Hanafi
08 Februari 2020 00:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Untuk melihat penerapan kebijakan semi pedestrian di Malioboro dalam berbagai kondisi waktu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menambah uji coba dengan hari acak di luar Selasa Wage. Kali ini, Jumat (7/2/2020) dipilih untuk merepresentasikan hari menjelang akhir pekan.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Jogja, Windarto, menjelaskan dengan uji coba pada hari jumat ini pihaknya ingin melihat fluktuasi lonjakan lalu lintas di sekitar Malioboro. “Ini mewakili weekend yang tidak libur, kalau weekend yang libur kan sabtu, mungkin nanti kami coba bulan depan,” ujarnya.

Selama ini Dinas Perhubungan Kota Jogja telah rutin menerapkan Malioboro semi pedestrian setiap Selasa Wage. Di luar itu, uji coba baru satu kali dilakukan yakni pada Selasa Pon (19/11/2019) lalu. perbedaannya, jika di Selasa Wage pedagang Malioboro libur, sementara di luar itu para pedagang beroperasi seperti biasa.

Manajemen lalu lintas pada uji coba ini sama dengan uji coba sebelumnya, yakni Jalan Malioboro ditutup mulai dari Abu Bakar Ali dan jalan sirip-sirip Malioboro ditutup di ujungnya kecuali Jalan Suryatmajan ke Jalan Pajeksan yang bisa tembus satu arah. Sementara kendaraan yang masih bisa masuk hanya Trans Jogja, mobil petugas, mobil kedaruratan, ambulance, andong dan becak kayuh.

Penutupan jalan mulai dilakukan mulai pukul 09.00 sampai 21.00 WIB. sebelum penutupan atau sekitar pukul 08.00 WIB pihaknya telah mengerahkan tim untuk mengumumkan penutupan jalan pada para pedagang di Malioboro. “Kami juga sudah sosialisasi lewat media masa dan grup Whatsapp, yang sudah langsung menyebar,” ungkapnya.

Berdasarkan evaluasi selama ini, adanya jalan tembusan dari Jalan Suryatmajan ke Jalan Pajeksan, meski satu arah, berpotensi membahayakan. Sebab itu pada uji coba berikutnya pihaknya akan menutup total kedua titik itu sama seperti jalan sirip lainnya.

Ia mengatakan belum akan menerapkan semi pedestrian full di Malioboro, karena masih akan terus mengkaji penerapan di berbagai kondisi sembari menyiapkan mental masyarakat.

“Agar kebijakan yang kami luncurkan tidak menjadi beban. Kebijakan yang berkaitan dengan lalu lintas biasanya kental dengan persepsi, semisal suatu ruas jalan macet, orang cenderung mempersepsikan pokoknya di sana macet,” ujarnya.

Di samping itu, ia juga mengakui masih ada beberapa infrastruktur yang perlu disiapkan untuk menunjang penerapan semi pedestrian full ini, seperti tempat parkir tambahan di Jogja Planning Galery dan akses masuk untuk ke gedung DPRD DIY lewat Jalan Perwakilan.

Salah satu pedagang malioboro, Ankik, mengatakan selama ini uji coba semi pedestrian belum terlihat efeknya. Malah pada uji coba pada Selasa Pon yang lalu, dagangannya lebih laris ketimbang hari biasa. “Kalau aku sih ga pengaruh mau gimana, yang penting tidak sepi,” ujarnya.

Untuk operasional penjualannya, ia mengaku tidak kesulitan karena semi pedestrian baru diterapkan mulai pukul 09.00 WIB, sehingga motor masih bisa masuk untuk loading barang. “Sebelum jam 09.00 masukin alat-alatnya, masih bisa pakai motor,” ungkapnya.