PILKADA BANTUL--Lebih Pilih Dekati Muhammadiyah Ketimbang PAN, Ini Dia Alasan Suharsono

Bupati Bantul Suharsono. - Harian Jogja
09 Februari 2020 21:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Bakal calon bupati petahana dalam Pilkada Bantul 2020 Suharsono lebih memilih berkomunikasi intens dengan (ormas) keagamaan ketimbang partai politik (parpol) yang berafiliasi pada ormas tersebut.

Suharsono yang kini masih menjabat sebagai Bupati Bantul tersebut mengakui lebih memilih berkomunikasi dengan Muhammadiyah ketimbang dengan Partai Amanat Nasional. Pilihan membangun komunikasi intens dengan Muhammadiyah karena basis massa PAN sejatinya juga warga Muhammadiyah.

“Memang pendekatan saya lebih banyak ke Muhammadiyah, bukan ke PAN, karena banyak calon wakil bupati juga dari kalangan Muhammadiyah yang non-parpol. Jadi nanti dilihat sendiri saja apakah saya akan pakai PAN atau tidak,” kata Suharsono, di sela-sela perayaan HUT ke-12 Gerindra dan konsolidasi internal partai di Aula Kusuma Homestay, Sewon, Bantul, Sabtu (8/2/2020) malam.

Sementara untuk ke parpol lainnya, ketua DPC Gerindra ini mengaku sedang mengincar beberapa parpol untuk diajak berkoalisi dalam mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati. Beberapa parpol yang sudah dibidiknya adalah Golkar dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). “Saya sudah mendaftar sebagai kontestan Pilkada Bantul 2020 di penjaringan yang digelar dua parpol itu [Golkar dan Nasdem],” ucap dia.

Begitu juga dengan penjaringan yang digelar parpol lainnya, dia mengaku dalam waktu dekat juga akan ikut mendaftar. Beberapa parpol yang bakal didatanginya adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Wakil Ketua DPD Gerindra DIY, Danang Wahyu Broto mengatakan internal Gerindra dari tingkat DPC sampai DPD sudah sepakat mengusulkan Suharsono sebagai bakal calon bupati Bantul. Namun demikian pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari DPP, meski keputusan DPP nantinya tidak akan jauh berbeda dengan aspirasi dari bawah.

Soal komunikasi dengan PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Danang mengaku tetap ada komunikasi meski tidak intens. Dia hanya menegaskan fakta politik bahwa Abdul Halim Muslih selaku Ketua DPC PKB yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Bantul akan mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati. “Pada dasarnya kami mengapresiasi keputusan Abdul Halim [mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati],” ucap dia.