Advertisement

Janin Hasil Aborsi Tertinggal di SPBU, Perempuan Warga Tepus Ditangkap

David Kurniawan
Selasa, 11 Februari 2020 - 19:12 WIB
Yudhi Kusdiyanto
Janin Hasil Aborsi Tertinggal di SPBU, Perempuan Warga Tepus Ditangkap Jajaran Polres Gunungkidul saat menggelar jumpa pers pengungkapan kasus aborsi, di mapolres setempat, Selasa (11/2/2020). - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul menangkap seorang perempuan berinisial AS, 23, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Tepus, sebagai pelaku aborsi. Ungkap kasus ini bermula saat pelaku meninggalkan janin hasil aborsi di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Baron, Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Jumat (31/1/2020).

Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Anak Agung Putra Dwipayana, mengatakan pada Jumat warga di sekitar SPBU Jalan Baron digegerkan dengan penemuan plastik berwarna hitam yang berisi sprei, janin dan bungkus pil aborsi. “Temuan ini kemudian dilaporkan ke Polsek Wonosari dan langsung kami tindaklanjuti,” kata Agung kepada wartawan, Selasa (11/2/2020).

Hasil laporan dari warga ini dijadikan dasar untuk pengungkapan siapa orang yang membuang janin itu. Setelah melalui rangkaian penyelidikan, petugas menemukan titik terang yang mengarah kepada AS. “Setelah bukti-bukti kuat, AS langsung kami tangkap,” katanya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Saat diperiksa AS mengaku tak berniat membuang orok di area SPBU. Hal ini diperkuat adanya laporan yang dibuat pelaku atas kehilangan barang di kawasan SPBU Jalan Baron di Polsek Tepus. Menurut Agung, sejak awal pelaku ingin menguburkan orok hasil aborsi di rumahnya di Desa Sidoharjo. Hanya, barang bukti tertinggal di SPBU Jalan Baron saat AS mengisi BBM dan mengambil uang di ATM. “Pelaku mengaku sempat kembali ke SPBU, tapi saat sampai di sana sudah banyak orang berkerumun melihat barang bukti sehingga dia mengurungkan niat untuk mengambilnya lagi,” katanya.

Terkait dengan pil aborsi, Agung menjelaskan jika pil itu diperoleh AS dengan membeli secara online seharga Rp1,5 juta. Uang yang digunakan untuk membeli merupakan uang yang diperoleh AS dari orang tuanya dengan dalih untuk memberbaiki sepeda motor yang rusak.

“Ternyata tidak digunakan untuk memperbaiki motor, tapi digunakan untuk membeli pil penggugur kandungan. Untuk motif pengguguran, AS hamil seelah berhubungan dengan pacarnya, tetapi tidak direstui orang tua, sehingga berbuat nekat,” katanya.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Enny Nur W, mengatakan, AS ditahan dan dalam kondisi sehat. Menurut dia, setelah aborsi kondisi kesehatan AS sempat menurun sehingga harus dirawat di rumah bersalin di kawasan Desa Selang, Kecamatan Wonosari. “Untuk kasus aborsi dia [AS] pelaku tunggal,” katanya.

Atas perbuatannya, AS jerat dengan Pasal 194 Undang-Undang No.36/2006 tentang Kesehatan dan atau Pasal 346 KUHP tentang Aborsi dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Jogjapolitan | 4 hours ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Freeport Indonesia Buka Lowongan Kerja, Gajinya Tak Main-Main!

News
| Minggu, 25 September 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement