Ini Rekomendasi DPRD Soal Penanganan Klithih di DIY

Ilustrasi Gedung DPRD DIY
12 Februari 2020 03:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah fraksi di DPRD DIY merekomendasikan sejumlah hal terkait dengan penanganan klithih sebagai repons terhadap maraknya kekerasan jalanan yang terjadi di wilayah DIY selama beberapa pekan terakhir.

Penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan sekolah, masyarakat, swasta dan keluarga.

Ketua Fraksi Golkar DPRD DIY Rany Widayati mengatakan pihaknya memberikan sejumlah rekomendasi terhadap stakeholder terkait dalam penanganan klithih yang menjadi perhatian bersama.

Salah satunya penanganan dari sisi keluarga. Menurutnya tindakan klithih terjadi karena melemahnya nilai-nilai ketahanan yang ada dalam keluarga. Fungsi dan tangungjawab keluarga mengalami pergeseran nilai, kasih sayang yang semula didapatkan anak namun secara perlahan mungkin telah bergeser pada bentuk materialistis. Konkretnya, banyak orang tua yang memfasilitasi anak di bawah umut membawa sepeda motor.

“Karena lemahnya pengawasan keluarga menjadikan anak rentan terpengaruh tindakan klithih. Penanganan Klithih harus dilakukan secara komprehensif dan tegas dengan melibatkan sinergi antar seluruh stakeholder yang ada di DIY,” ungkapnya Selasa (11/2/2020).

Ia mengatakan Pemda DIY perlu memaksimalkan percepatan pelaksanaan Perda DIY No.7/2018 tentang Pembangunan Ketahanan Keluarga. Sehingga regulasi ini menjadi rujukan strategi pembangunan untuk mewujudkan keluarga yang tangguh baik secara mental, spiritual, ekonomi, lahir dan batin. Dengan penanganan yang komprehensif, tegas dengan melibatkan seluruh stakeholder, baik keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah dan penegak hukum, ia meyakini persoalan klithih perlahan akan hilang.

“Selain itu Perda No. 5/2011 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan berbasis budaya perlu dioptimalkan pelaksanaanya untuk mewujudkan generasi muda yang mempunyai nilai luhur dan dapat mengembangkan diri sebagai pribadi yang peka terhadap lingkungan dan keberagaman budaya,” ucapnya.