Bangun Terasering, Sebagian Area TPST Piyungan Bakal Ditutup Sementara

Pembuangan sampah di TPST Piyungan, Bantul, Jumat (29/3/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
12 Februari 2020 19:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY akan membagi dua zona, yang satu zona di antaranya akan ditutup untuk pembuangan sampah selama proses pembuatan terasering di TPST Piyungan. Pemeerintah Pusat secara khusus menganggarkan sebesar Rp40 miliar pada 2020 ini untuk berbagai proyek memperpanjang usia penggunaan TPST Piyungan hingga 2022.

Tim Pelaksana Harian Manajemen Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Prioritas (TP5) DIY Rani Sjamsinarsi menjelaskan selain melalui APBD DIY, upaya untuk memperpanjang usia TPST Piyungan hingga 2022 juga dibantu oleh pemerintah pusat.

Adapun anggaran yang disiapkan pusat sebesar Rp40 miliar melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY. Anggaran itu juga dipakai untuk pembuatan sarana prasarana termasuk terasering. “Tahun ini Rp40 miliar [melalui APBN 2020] dengan sarprasnya [sarana prasarana],” katanya Rabu (12/2/2020).

Rani mengatakan untuk menjalankan proyek perpanjangan usia TPST berupa pembuatan terasering itu nantinya TPST Piyungan akan dibagi dalam dua zona. Dari kedua zona tersebut, satu di antaranya akan ditutup sementara karena ditata untuk pembuatan terasering, sedangkan satunya lagi tetap dibuka untuk memberikan layanan pembuangan sampah.

“Prosesnya ditutup sebagian dulu, [penutupan] ini perlu kami rapatkan lagi, didiskusikan lagi, mengundang teman [pejabat dari] pusat. [Dibagi] Zona A zona B yang satu masih dibuka untuk menerima sampah yang satunya ditata untuk terasering, nek ora [kalau tidak dibuat seperti ini] longsor, gunanya [dibuat zona A dan zona B] supaya tidak longsor,” ucapnya.

Pihaknya optimistis perpanjangan usia TPST tersebut akan bisa dipakai hingga 2022 mendatang. Harapannya tidak ada sampah yang secara berlebihan masuk ke TPST Piyungan, apalagi menurut informasi dari luar DIY juga ada yang membuang di TPST Piyungan.

“Saya sih optimis sampai [2022], semoga tidak ada sampah yang ekstra, kemarin kan ada dari Klaten juga membuang ke sana. Tetapi sekarang kami sampaikan kalau membuang harus pakai dump truck supaya tidak menambah pekerjaan teman-teman yang di lapangan. Karena [di TPST Piyungan] sudah sudah untuk move [pergerakan angkutan] di sana,” katanya.