Begini Pengakuan Warga yang Rumahnya Terdampak Underpass Kentungan Kini Terkena Tol Jogja

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/Nicolous Irawan
13 Februari 2020 20:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Warga terdampak pembangunan underpass Kentungan khususnya di Dusun Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman yang juga sebentar lagi akan terkena dampak pembangunan tol menyatakan jika mereka belum mendapatkan sosialisasi dari pemerintah desa, kabupaten, provinsi maupun Pusat terkait dengan proyek pembangunan tol.

Sunarni, 54, warga RT 08 RW 03, Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman mengatakan jika ia terkena dampak pembangunan underpass Kentungan beberapa waktu lalu. "Saya terkena dampak underpass Kentungan, kebetulan pas bagian belakang," ujar Sunarni kepada Harianjogja.com, Kamis (13/5/2020).

Ia mengaku, saat menjadi warga terdampak pembangunan underpass Kentungan juga sudah mendapatkan kompensasi atau ganti rugi dari pemerintah. "Ya prosesnya sudah dilakukan beberapa waktu lalu, saya dapat Rp100 juta lebih, tapi sekarang sudah habis buat ini itu," terangnya.

Saat proses ganti rugi pembangunan underpass Kentungan ke warga dilakukan, ia menyatakan jika tidak ada proses tawar menawar harga yang dilakukan oleh warga maupun pemerintah. "Tidak ada tawar menawar, namun unsur seperti septic tank, meteran listrik, dan sumur itu juga dihitung," imbuhnya.

Ia mengaku pasrah terhadap rencana pembangunan tol yang rencananya akan melewati rumahnya yang terletak di sebelah Utara underpass Kentungan. "Ya mau bagaimana lagi kalau itu sudah program pemerintah, yang penting proses kompensasinya ganti untung," terangnya.

Ia mengharapkan agar pemerintah kabupaten maupun provinsi juga segera melakukan sosialisasi kepada warga agar informasi yang diterima oleh warga tidak setengah-setengah. "Kalau soal pembangunan tol belum ada sama sekali sosialisasi," ujarnya.

Sunarni menjadi warga terdampak pembangunan underpass Kentungan. Rumahnya yang semula luasnya mencapai 90 meter kini hanya tinggal 70 meter karena terkena dampak pembangunan underpass.

Ratna Tobing, 67, warga RT 02 RW 01 Caturtunggal, Depok, Sleman juga mengatakan jika saat pembangunan tol benar-benar dijalankan, diharapkan agar tidak terjadi kebisingan yang luar biasa seperti yang dialaminya saat pembangunan underpass Kentungan. "Berisik sekali rumah saya bahkan sampai bergetar," imbuhnya.

Ia mengharapkan agar nantinya ketika rumahnya yang terletak di sebelah Utara underpass Kentungan tersebut juga menjadi salah satu rumah yang terkena dampak agar proses kompensasi yang dilakukan berdasarkan ganti untung. "Tidak apa apa terkena dampak tol, asalkan ganti untung," terangnya.