Eks Bioskop Permata Akan Direnovasi Menjadi Pusat Perfilman Jogja

Ilustrasi bioskop - JIBI/dok
19 Februari 2020 18:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kebudayaan DIY berencana menjadikan Gedung Bioskop Permata sebagai salah satu pusat perfilman. Gedung milik Pura Pakualaman ini setiap tahun terus diperbaiki.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eko Nugroho mengatakan pembangunan eks Gedung Bioskop Permata yang berada di Jalan Sultan Agung Kota Jogja menggunakan dana keistimewaan. Gedung yang merupakan cagar budaya ini sebelumnya sudah dipugar pada 2018 silam.  Tahun ini, bagian dalam atau interior gedung akan direnovasi.

“Masih berlanjut [pemugaran], untuk 2020 ini akan disempurnakan yang ada di dalam [gedung],” katanya, Rabu (19/2/2020).

Gedung tersebut akan dijadikan sebagai pusat perfilman di Jogja. Sementara, bentuknya akan dibahas dengan Kadipaten Puro Pakualaman. Aris berharap keberadaan gedung ini ke depan bisa menyajikan sesuatu yang berbeda untuk bidang perfilman.

“Rencama nanti ada diskusi dengan Pura Pakualaman juga. Harus diskusi untuk menyempurnakan tujuan ke depan seperti apa, tetapi kalau konsep sementara jadi pusat perfilman,” ujarnya.

“Kami juga akan minta masukan bernagai pihak. Prinsipnya karena Gedung Permata ini milik Pura Pakualaman, kami tidak bisa intervensi. Tetapi kami akan diskusikan kira-kira yang kersake [yang diinginkan] Pura seperti apa, kalau sudah disamakan persepsinya baru berjalan,” ucapnya.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mendukung wacana pemanfaatan eks Gedung Bioskop Permata sebagai pusat perfilman. Ia meyakini pemanfaatan itu sejalan dengan nilai budaya karena ke depan bisa mengakomodasi film-film budaya lokal Jogja. Apalagi DIY belum memiliki secara khusus fasilitas perfilman, padahal banyak sekali anak muda Jogja yang berkreasi melalui film-film budaya lokal.

Pusat perfilman bisa menjadi salah satu wahana untuk mengenalkan budaya Jogja kepada khalayak luas.

“Ini perlu untuk didukung, artinya bisa diakses semua usia, sehingga masyarakat bisa lebih mudah mengenal budaya Jogja lewat film itu,” katanya.