PILKADES SLEMAN: Dari 49 Desa, Ada 25 Desa yang Disorot, Ini Alasannya

Ilustrasi. - Solopos/Agoes Rudianto
20 Februari 2020 03:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sleman saat ini masih menyoroti rencana penetapan kandidat yang lolos mengikuti pilkades serentak yang akan digelar tahun ini.

Sebab dari 49 desa yang melaksanakan Pilkades, terdapat 19 desa yang jumlah kandidatnya hanya dua orang.

Masing-masing Desa Tamanmartani, Tambakrejo, Margoluwih, Sendangsari, Glagaharjo, Kepuharjo, Sidorejo, Sendangarum, Sukoharjo, Sumberhajo, Sinduharjo, Argomulyo, Wukirsari, Umbulmartani dan Sidoagung.

Jika salah satu kandidat dinyatakan tidak lolos persyaratan administrasi, maka Panitia akan kembali membuka pendaftaran. Kondisi tersebut dinilai riskan mana kala ada selah satu kandidat yang mundur, menarik diri dari kompetisi atau dinyatakan berkas persyaratan tidak lengkap.

"Kalau pendaftaran kedua tidak ada lagi calon yang mendaftar, maka pelaksanaan Pilkades nya akan ditunda pada tahun depan," kata Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Aparatur Desa DPMD Sleman, Agung Endarto, Selasa (18/2/2020).

Selain masalah tersebut, pihaknya juga menyoroti hasil seleksi administrasi kandidat Kades di enam desa. Meliputi Tirtomartani (Kalasan), Kalitirto (Berbah), Minomartani (Ngaglik), Wedomartani (Ngemplak), Sendangmulyo (Minggir) dan Sidomoyo (Godean).

Saat ini, panitia Pilkades mulai melakukan verifikasi administrasi kandidat Kades sebelum diputuskan sebagai calon tetap. "Di desa ini, kandidatnya lebih dari lima orang. Kalau seluruhnya lolos seleksi administrasi, maka mereka akan mengikuti seleksi tambahan untuk menyaring menjadi maksimal lima kandidat," katanya.

Terpisah, Sekretaris Desa Purwomartani Kalasan Hastoro mengatakan di desa tersebut hanya terdapat tiga kandidat yang mengembalikan formulir. Masing masing Semiyono (incumbent), Suhartono (wirausaha/pemuda) dan Bambang Iswantoro (mantan BPD Purwomartani).

Panitia saat ini mulai melakukan seleksi administrasi sebelum calon ditetapkan. Ada rentan waktu yang cukup lama untuk melakukan verifikasi administrasi antara 6-21 Februari. "Penetapan Cakades sekitar awal Maret. Karena jumlah pendaftar di bawah lima pendaftar, jadi tinggal menyelesaikan verifikasi administrasi saja," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Sleman Ani Martanti berharap agar partisipasi Pilkades Maret 2020 bisa menyentuh angka 90%. Sesuai hasil verifikasi penyelenggara Pilkades, katanya, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di 49 Pilkades tahun ini sebanyak 444.828 pemilih. "Jumlah itu tersebar di 1.102 TPS. Kami berharap pemilih aktif untuk menentukan masa depannya," katanya.