Kwarda DIY Siap Beri Sanksi Pembina Pramuka yang Lalai

GKR Mangkubumi hadir dalam jumpa pers di SMPN 1 Turi,Sleman, Sabtu (22/2/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
22 Februari 2020 17:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi mengaku akan menindaklanjuti insiden ratusan siswa Pramuka SMP N 1 Turi,Sleman yang hanyut di Sungai Sempor saat susur sungai, Jumat (21/2/2020). Termasuk pemberian sanksi bagi pembina Pramuka yang dinilai lalai dan tidak sesuai dengan aturan.

Menurutnya, semestinya setiap kali dilakukan kegiatan Pramuka dalam bentuk apapun, ada koordinasi dengan pihak sekolah. "Kasus ini akan kami selidiki lebih lanjut. Kalau sanksi pasti ada nanti yang mengeluarkan dewan kehormatan. Nanti hasil pemeriksaan kepolisan juga disampaikan," kata Putri Sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X ini, Sabtu (22/2/2020).

Dia mengatakan Kwarda sudah meminta kepada seluruh pembina jika mengadakan kegiatan di luar sekolah untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, khususnya kepala sekolah. Selain tidak berkoordinasi dengan kepala sekolah, para pembina Pramuka tersebut dinilai mengabaikan kondisi dan cuaca saat kegiatan susur sungai dilakukan.

"Kami dari Kwarda akan meninjau kembali terkait aturan kegiatan pada gugus depan di sekolah. Kegiatan kepramukaan di luar sekolah harus bersinergi dengan sekolah. Tanggungjawab ada di gugus depan dan pembina. Kami berharap masalah ini tidak terulang lagi," ungkap Mangkubumi.

Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan hingga saat ini kepolisian telah memeriksa enam orang dari pihak sekolah. Sampai saat ini, belum diketahui pasti siapa pihak yang paling bertanggung-jawab dalam peristiwa tersebut. "Untuk tersangka nanti menunggu hasil pemeriksaan," katanya.