Pelajaran dari Tragedi Susur Sungai: BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Bandang di DIY

Warga berdatangan ke Sungai Sempor. di Turi, Sleman lokasi tenggelamnya siswa SMPN 1 Turi, Jumat (21/2/2020).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
22 Februari 2020 22:17 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang dengan durasi panjang yang dapat mengakibatkan longsor, banjir dan banjir bandang di wilayah ini.

"Kondisi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh pertumbuhan awan-awan konvektif [awan kumulonimbus] secara intensif. Kejadian banjir bandang umumnya dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat atau hujan berdurasi panjang, yang terjadi di hulu sungai," kata Kepala Stasiun Klimatologi Sleman BMKG DIY, Reni Kraningtyas, melalui rilis, Sabtu (22/2/2020).

BMKG memperingatkan agar masyarakat waspada dengan tanda-tanda terjadinya banjir bandang. Salah satu tandanya adalah ketika terlihat awan hitam tebal di arah hulu sungai, meski cuaca di kawasan hilir cerah atau tidak hujan.

Sebelumnya BMKG telah memperkirakan puncak musim hujan dan cuaca ekstrem akan terjadi dari Februari sampai dengan Maret 2020. BMKG memperingatkan masyarakat untuk terus memantau cuaca dan menyesuaikan aktivitas yang ada.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) juga mengatakan puncak musim hujan dapat memungkinkan hujan ekstrem yang terjadi karena dua faktor yaitu curah hujan tinggi dan berlangsung lama.

Matahari, terang Kepala Lapan Thomas Djamaluddin sekarang sudah mendekat ke arah utara tetapi masih berada di kawasan belahan selatan, jadi puncak pembentukan awan masih berada di selatan sehingga mengakibatkan hujan bisa sering mengguyur.

Menurut dia, masalah yang dihadapi sekarang adalah daya dukung lingkungan yang menurun mengakibatkan curah hujan yang tidak terlalu ekstrem pun bisa menimbulkan genangan, apalagi bila terjadi hujan ekstrem.

Sumber : Antara