Pasca-Tragedi Susur Sungai Maut, Siswa SMPN 1 Turi dan Keluarga Korban Diberi Penampingan Psikologis

Seorang siswa membutuhkan bantuan medis saat mengikuti kegiatan trauma healing di SMP Negeri 1 Turi, Sleman, Senin (24/02/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
24 Februari 2020 14:37 WIB Nina Atmasari Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Polda DIY menerjunkan tim untuk memberikan pendampingan psikologis terhadap korban yang selamat dari tragedi susur Sungai Sempor oleh siswa SMPN 1 Turi Sleman.

Pendampingan juga diberikan pada 10 keluarga korban meninggal dalam peristiwa tragis tersebut.

Pos pendampingan yang dipimpin oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman juga melibatkan dari Tim Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Tim Psikolog Puskesmas Kabupaten Sleman dan wilayah DIY, Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPKI) dan HIMPSI, Baznas Kabupaten Sleman serta para tenaga relawan psikolog dari Universitas dan Perguruan Tinggi, Mahasiswa Mapro dan S1 psikologi di Universitas/Perguruan Tinggi dan elemen lain yang terkait.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto, menjelaskan kegiatan trauma healing oleh Polda DIY sering dilakukan di setiap peristiwa yang memerlukan kehadiran psikolog.

"Kegiatan ini sering kami lakukan apabila terjadi peristiwa yang memerlukan kehadiran psikolog. Apalagi peristiwa ini menimbulkan trauma yang perlu segera mendapatkan penanganan," jelasnya, di sela kegiatan, Senin (24/2/2020).

Sementara itu, Kabag Psikologi Biro SDM Polda DIY AKBP Sulistiyono, ketua tim pendampingan psikologis dari Polda DIY mengatakan timnya telah turun sejak kejadian, mendampingi keluarga korban yang saat tersebut belum ditemukan.

"Kami sejak adanya kejadian, di hari Sabtu [22/2/2020] tim psikolog dari Polda DIY telah terjun ke lapangan, ke SMP N1 Turi dan Puskesmas, dan di hari Minggu [23/2/2020] setelah ditemukannya dua korban terakhir, tim juga terjun ke RS Bhayangkara untuk melakukan pendampingan ke keluarga korban," ucapnya saat ditemui pewarta di SMP N1 Turi, Senin (24/2/2020).

Menurut rencana, kegiatan pendampingan ini bersama tim relawan lain akan berlangsung selama empat hari kedepan hingga Kamis (27/2/2020). (*)