Sedih Sahabatnya Ikut Meninggal Saat Susur Sungai, Siswi SMPN 1 Turi Ini Tinggalkan Pertandingan

Sahabat karib korban meninggal susur sungai SMPN 1 Turi, Zahratunisa Rachmadani, ditemui wartawan dalam acara doa bersama dan salat ghaib di aula Balai Desa Donokerto, Turi, Sleman, Minggu (23/2/2020) malam. - Suara.com/Baktora
24 Februari 2020 10:07 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kepergian 10 Pelajar SMPN 1 Turi yang terlibat tragedi susur Sungai (sursung) Sempor pada Jumat (21/2/2020) tampaknya tak hanya menjadi duka bagi keluarga yang ditinggalkan. Sejumlah teman satu sekolahnya memiliki kenangan dan rasa kehilangan yang dalam.

Seperti yang dirasakan Zahratunisa Rachmadani, dara manis yang ditemui saat acara doa bersama dan salat gaib di aula Balai Desa Donokerto, Turi, Sleman, Minggu (23/2/2020). Ia memiliki kenangan yang tak bisa dilupakan bersama Yasinta Bunga, salah satu korban susur sungai maut yang mayatnya ditemukan di hari terakhir pencarian, Minggu (23/2/2020) pukul 05.30 WIB.

"Saya merasa kehilangan sekali dengan kepergian Bunga [Yasinta Bunga]. Terkahir kami bertemu ketika hari Jumat kemarin, dia ikut Pramuka, sementara saya berlatih voli karena persiapan pertandingan pada Minggu ini," terang Zahra.

Sosok Bunga, menurut Zahra, adalah orang yang pendiam, lembut, dan jarang marah. Anak dari pasangan Hesti Wartini dan Suraji itu juga memiliki potensi membuat cerita pendek (cerpen) yang cukup menggugah teman satu kelasnya.

"Saya dan Bunga itu sahabat karib, jika saya sendirian dia kerap menemani saya di kelas, bagitu juga sebaliknya. Bunga ini anaknya lembut, rajin. Memang dia pendiam, tapi jika menulis karangan cerita atau cerpen bagus sekali," ungkap siswi kelas 7 B di SMPN 1 Turi itu.

Zahra mengaku, sejak sahabatnya dinyatakan hilang saat kegiatan Pramuka di Lembah Sempor, ia kesulitan tidur karena gelisah dengan nasib Bunga yang tak kunjung ditemukan.

"Saya sampai sulit tidur, kepikiran terus. Bayangkan saja, sahbat yang sudah bertahun-tahun bersama hilang. Saya juga sampai berharap dia ditemukan dalam keadaan yang sehat," katanya.

Hari demi hari berlalu, harapan Zahra bahwa sahabatnya ditemukan dengan keadaan hidup akhirnya pupus. Di hari ketiga pencarian oleh tim gabungan SAR, Bunga ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

"Mendengar kabar itu [Bunga ditemukan dengan keadaan meninggal], tangis saya pecah. Saya berharap Bunga masih bisa berkumpul dengan teman-teman lain dan jadi tempat curhat saya ketika ada masalah," kenang Zahra.

Zahra membeberkan, saat sahabatnya ditemukan dan segera dimakamkan, dia sengaja meminta izin kepada pelatih volinya untuk meninggalkan pertandingan. Hal itu dia lakukan lantaran Bunga sudah menjadi sahabat yang tak terpisahkan darinya.

"Saya saja sampai meminta izin untuk meninggalkan pertandingan [voli]. Untungnya pelatih saya paham kedekatan saya dengan Bunga seperti apa. Saya datang ke rumah duka hingga pemakamannya selesai," kata dia.

Meski menganggap Bunga sudah seperti saudara, Zahra juga dekat dengan korban lainnya. Arisma Sukmawati serta Zahra Imelda juga kerap bersenda gurau dengan dia.

Insiden telah berlalu, Zahra juga tak ingin menyalahkan siapa pun. Saat ini dara mungil ini hanya bisa mengirim doa untuk almarhumah. Bagi keluarga, pihaknya berharap, Tuhan memberi ketabahan.

"Almarhum semoga masuk surga, kepada ibu bapak Bunga harapannya selalu diberi ketabahan atas kepergian Bunga," katanya.

Sumber : Suara.com