17 Desa di Gunungkidul Peroleh Bantuan Pamsimas Rp5,7 miliar

Ilustrasi. - Reuters
25 Februari 2020 22:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul melaksanakan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di 17 desa. Total anggaran yang digunakan dalam pembangunan ini mencapai Rp5,7 miliar.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Agus Subaryanto, mengatakan program pamsimas merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan sejak beberapa tahun lalu. Menurut dia, untuk tahun ini ada 17 desa yang mendapatkan bantuan untuk membangun fasilitas penyediaan air dan sarana sanitasi lingkungan. “Mudah-mudahan program berjalan dengan lancar sehingga keberadaannya bisa membantu masyarakat khususnya mengatasi masalah krisis air bersih” kata Agus kepada wartawan, Selasa (25/2/2020).

Ia menjelaskan untuk pembangunan dialokasikan anggaran Rp5,7 miliar. Adapun alokasi di masing-masing desa tidak sama karena disesuaikan dengan sumber mata anggaran yang dimiliki. Sebagai contoh yang berasal dari APBD kabupaten dan program pamsimas reguler, sebanyak 11 desa masing-masing mendapatkan alokasi Rp245 juta. Sedangkan enam desa yang mendapatkan bantuan dari dana alokasi khusus (DAK) masing-masing mendapatkan anggaran Rp333 juta hingga Rp761 juta. “Untuk desa yang mendapatkan program pamsimas dari DAK meliputi Giriharjo, Giritirto, Purwodadi, Jatiayu, Karangmojo dan Pengkol,” katanya.

Untuk layanan air bersih Pemkab tidak hanya mengandalkan program pamsimas, tetapi juga memanfaatkan program perluasan jaringan layanan dari PDAM Tirta Handayani. “Mudah-mudahan dengan berbagai program maka layanan 100 persen akses air bersih ke masyarakat bisa diwujudkan,” katanya.