Warga Gelar Doa Bersama di Underpass Kulur

Prosesi doa bersama di Underpass Kulur, Kalurahan Kulur, Kapanewon Temon, Senin (24 - 2). (Jalu Rahman Dewantara)
25 Februari 2020 00:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, TEMON - Warga di sekitar Underpass Kulur, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonpogo menggelar doa bersama, Senin (24/2/2020) malam. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendoakan mendiang dua remaja yang meninggal dunia akibat tenggelam di underpass tersebut beberapa waktu lalu.

Doa bersama itu digelar di sisi utara underpass yang masuk wilayah Dusun Pulodadi, Kulur. Lokasinya tak jauh di mana Ryan Haryanto, 15, warga Kalurahan Sogan, Kapanewon Wates dan Tegar Qurohman, 16, warga Kalurahan Tawangsari, Kapanewon Pengasih, meregang nyawa, Sabtu (22/2/2020) lalu.

Puluhan warga Dusun Pulodadi, mengikuti doa bersama tersebut, termasuk keluarga korban. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Kulonprogo, Sutedjo dan sejumlah pejabat Pemkab Kulonprogo di antaranya Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Aris Nugraha dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Ariadi. Jajaran Muspika Temon serta Kapolsek Temon, Kompol Setyo Heri Purnomo juga ikut dalam doa bersama itu.

"Semoga doa kita bisa diridhoi Allah SWT sehingga arwah kedua korban bisa tenang di alam sana, dan mendapat tempat terbaik di akhirat," kata Sutedjo.

Sutedjo berharap agar peristiwa ini adalah yang terakhir. Kepada masyarakat, Sutedjo mengimbau untuk selalu berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di kawasan underpass. "Hari ini kita kerahkan pompa sebanyak lima unit, inshallah besok masih tambah lagi dengan kekuatan 4 PK semoga bisa mempercepat upaya pengeringan atau setidaknya mengurangi volume genangan," ujarnya.

Dia mengaku telah melaporkan kondisi underpass kepada Gubernur DIY. Pihaknya juga mengusulkan dasar underpass dapat dibuat sodetan agar upaya pengeringan bisa lebih cepat terlaksana. "Kami melakukan upaya semaksimal mungkin sembari menunggu kewenangan pemerintah provinsi dalam memperbaiki konstruksi underpass," ujarnya.

Winarsih, ibunda Tegar Qurohman, berharap pemerintah bisa segera memperbaiki underpass Kulur supaya peristiwa serupa tidak terulang kembali. "Kami dari keluarga sudah ikhlas, tapi berharap agar pak Bupati bisa menindaklanjuti underpass ini supaya tidak menelan korban jiwa lagi," ucapnya.

Doa bersama yang berlangsung mulai pukul 20.00-21.00 WIB itu diakhiri dengan prosesi tebar bunga yang diawali Sutedjo disusul keluarga korban dan perwakilan desa serta Muspika Kapanewon Temon.