Talut Sungai Winongo Ambrol, Satu Rumah Terancam

Bupati Bantul Suharsono (dua dari kanan) meninjau lokasi talut yang ambrol di RT 13, Dusun Gumuk Indah, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, Kamis (27/2/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
27 Februari 2020 14:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Talut kali Winongo di RT 13, Dusun Gumuk Indah, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, ambrol pada Jumat (14/2/2020) lalu. Kendati tak ada ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun talut yang ambrol sepanjang sekitar 100 meter dengan ketinggian tujuh meter itu mengancam satu rumah milik warga.

Rumah tersebut adalah milik Sumiyati, 65. Bahkan kini antara rumah itu dengan sungai sudah tak berjarak lagi. Tak heran jika kini Sumiyati dan keluarganya waswas dan tidak berani beraktivitas di dapur atau bangunan yang berdampingan langsung dengan sungai. “Ya waswas setiap hari. Ini ambrol baru pertama kali sejak saya menempati rumah ini selama 30 tahun,” kata Sumiyati, di sela-sela kunjungan Bupati Bantul Suharsono meninjau talut yang ambrol tersebut, Kamis (27/2/2020).

Sumiyati menjelaskan ambrolnya talut di belakang rumahnya terjadi saat hujan lebat. Ketika dia bersama anak dan menantunya sedang bersantai di ruang tengah, tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti gempa bumi. “Pertama yang ambruk itu rumpun bambu, setengah jam kemudian baru tanah dan batu pinggir sungai,” ujar dia.

Bupati Bantul Suharsono mengaku sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan kawasan Permukiman (DPUPKP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendata kerusakan talut dan segera memperbaikinya.

Akan tetapi pihaknya perlu mendalami terlebih dulu kewenangan perbaikan talut tersebut apakah kewenangan Pemkab Bantul atau Balai Besar Sungai Serayu Opak (BBWSSO). “Tetapi yang pasti, ini perlu segera ditangani karena membahayakan tidak ada sampai setengah meter jarak dengan bangunan rumah,” kata Suharsono.