BKSDA DIY Temukan Pasir di Saluran Pencernaan Bangkai Hiu Paus yang Mati Terdampar di Pantai Congot

Tim dari BKSDA DIY saat melakukan proses nekropsi terhadap bangkai hiu paus di Pantai Congot, Kapanewon Temon, Jumat (28/2/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
28 Februari 2020 14:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY telah menerjunkan tim untuk mencari tahu penyebab pasti kematian seekor hiu paus yang ditemukan terdampar di Muara Sungai Bogowonto, yang masuk kawasan Pantai Congot, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, Jumat (28/2/2020).

Dokter Hewan BKSDA DIY Yuni Tita Sari mengatakan pihaknya pada hari ini telah melakukan pemeriksaan nekropsi (sejenis otopsi tapi untuk hewan) guna mengetahui penyebab kematian hewan bernama latin Rhincodon typus tersebut. Pemeriksaan dilakukan dua tahap, pertama pemeriksaan umum yaitu melihat kondisi fisik, dilanjutkan pemeriksaan laboratorium yang akan dilakukan di Balai Besar Veteriner Wates.

"Sementara berdasarkan pemeriksaan umum tadi terlihat di sepanjang saluran pencernaannya [Hiu Pais] dipenuhi pasir, yang semula dicurigai sampah ternyata tidak ada sama sekali, apalagi sampah plastik," kata Yuni saat ditemui awak media di Pantai Congot, Jumat siang.

Menurut Yuni, adanya pasir di organ tubuh bisa terjadi karena kemungkinan saat terdampar hewan ini tidak sengaja memakan material itu. Namun demikian belum bisa ditarik kesimpulan apakah pasir di organ tubuh itu menjadi penyebab kematian satwa yang dilindungi ini.

"Harus dipastikan dulu di laboratorium, saat ini kita sudah ambil sampel sejumlah organ tubuh meliputi usus, jantung, lambung dan insang," ujarnya.