Sebelum Lebaran Haji, Kolam Dipping di Gunungkidul Ditarget Selesai

Ilustrasi penjual kambing untuk Iduladha. - JIBI/Harian Jogja
29 Februari 2020 00:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul menargetkan pembangunan kolam dipping atau tempat sterilisasi hewan selesai sebelum Lebaran Haji. Rencananya fasilitas ini akan dibangun di Pasar Munggi, Semanu dan Siyono, Kecamatan Playen.

Kepala Disperindag Gunungkidul, Johan Eko mengatakan, pembangunan kolam dipping masih dalam perencanaan. Salah satunya menyelesaikan detail engineering design (DED) untuk bangunan. Menurut dia, tahapan ini butuh waktu sehingga diharapkan dalam waktu secepatnya. “Masih dalam proses. Setelah DED jadi, bisa dilanjutkan ke proses pembangunan,” katanya.

Johan menjelaskan, untuk merealiasikan pembangunan, pihaknya telah mengajukan anggaran ke tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Hanya saja, untuk besaran anggaran ia mengaku tidak hafal karena berada di bagian perencanaan. Meski demikian, ia memastikan fasilitas klam dipping akan dibangun di dua lokasi, di pasar hewan Siyono dan Munggi. “Kami target selesai sebelum Iduladha,” katanya.

Menurut dia, kolam dipping dibangun diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap ternak Gunungkidul. Dengan demikian, aktivitas jual beli ternak sapi d Gunungkidul yang saat ini lesu akibat isu bakteri antraks bisa kembali bangkit. “Dampak dari antraks memang ada, tapi sekarang sudah mulai kembali. Keberadaannya juga bagian untuk pencegahan karena akses keluar masuk ternak harus melalui kolam dipping,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto. Menurut dia, kasus antraks benar-benar memberikan dampak yang besar terhadap penjualan ternak maupun daging di Gunungkidul.

Ia pun berharap kepada pemkab agar konsisten dalam upaya pencegahan sehingga kasus tidak semakin meluas. Hal ini diperlukan agar kondisi perekonomian pasca-temuan antraks bisa berangsur-angsur pulih kembali seperti sedia kala. “Dampaknya sangat luas sehingga harus ada solusi agar tidak semakin memperburuk keadaan,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, pemkab berkomitmen untuk melakukan penangan. Menurut dia, upaya pencegahan penyebaran terus dilakukan, salah satunya dengann pemberian vaksin kepada ternak-ternak di lokasi rawan. “Masih terus berjalan hingga sekarang,” katanya.