KASUS PORNOGRAFI: Divonis 10 Bulan Penjara, Ini Respons Pihak Siskaeee
Hakim memvonis terdakwa kasus pornografi siskaeee lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Sudarwanto alias Kodir./Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, SLEMAN - Kisah Sudarwanto alias Kodir warga Kembang Arum, Donokerto, Turi, Sleman yang melakukan aksi heroik menyelamatkan sejumlah siswa di tengah derasnya arus Kali Sempor pada Jumat (21/2/2020) lalu berujung bahagia. Nama Kodir kini kian dikenal masyarakat karena ia terus tampil di depan khalayak karena banyak media yang meliput dirinya.
Bahkan, salah satu program talkshow dari stasiun TV swasta yakni Hitam Putih yang dibawakan presenter kondang Deddy Corbuzier juga mengundangnya untuk membagikan kisahnya kepada pemirsa.
Kendati demikian, siapa sangka dari semua sorotan media yang ditujukan kepada Kodir, ada satu fakta menarik dari seorang pria yang berumur 37 dan mempunyai hobi memancing ini. Kodir nampak malu-malu ketika diajak berbicara dengan orang lain.
Hal tersebut juga diketahui oleh Sudianto, 43, yang juga merupakan warga Kembang Arum, Donokerto, Turi, Sleman yang juga merupakan tetangga sekampung Kodir. Ia mengunggah foto Kodir melalui akun Facebook miliknya yang bernama Antox King pada Sabtu (22/2/2020) pukul 17.53 WIB di grup Facebook Mancing Mania Jogja (MMJ). "Mas Kodir ini memang malu-malu orangnya, masyarakat di sekitar sini [Kembangarum] juga sudah paham dengan perilaku dia [Kodir]," ujar Sudianto, Sabtu (22/2/2020) lalu.
Setelah aksinya viral di media sosial maupun di media online, banyak warga di sekitar tempat tinggalnya ingin berswafoto dengan Kodir. Nampak raut muka malu ketika Kodir diajak berfoto bersama salah satu warga pasca dilakukan wawancara dengan awak media pada Sabtu (22/2/2020) lalu, atau satu hari setelah tragedi nahas hilangnya nyawa 10 siswa SMPN 1 Turi saat melakukan kegiatan susur sungai di Kali Sempor.
Sorot mata Kodir seringkali menuju ke bawah saat dihujani pertanyaan dari awak media. Bahkan, tingkahnya itu juga ia tunjukkan ketika menerima penghargaan dari Kementerian Sosial atas aksi kemanusiaannya di markas Tagana Kabupaten Sleman bersama dengan Ahmad Hidayat alias Sudiro (Mbah Rois). Kodir lagi-lagi menunjukkan raut wajah yang grogi.
Tidak hanya itu, ada satu lagi fakta menarik tentang individu yang khas dengan topi dan rambut panjangnya ini. Kodir yang merupakan warga asli Kembangarum Donokerto, Turi, Sleman, ini di usianya yang sudah menginjak kepala tiga ternyata belum mempunyai pasangan alias jomlo. "Semoga setelah viral dan diberitakan ada jodoh yang datang menghampiri beliau [Mas Kodir]," canda Sudianto saat ikut diwawancarai oleh awak media pada Sabtu (22/2/2020) lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hakim memvonis terdakwa kasus pornografi siskaeee lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)