Tahun Ini, BBI Bantul Ditarget Setor PAD Rp250 Juta

Ilustrasi perikanan. - Harian Jogja
02 Maret 2020 17:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Budi Daya Ikan (BBI) Bantul ditarget menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp250 juta. Target tersebut adalah dari penjualan benih ikan dan penjualan ikan siap konsumsi dari lima BBI di bawah kewenangan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Bantul.

“Karena pendapatan tahun lalu sampai Rp227 juta, maka target tahun ini harus meningkat minimal sampai di angka Rp250 juta,” kata Kepala UPT BBI DP2KP Bantul, Susilartati, Senin (2/3/2020).

Target pembenihan yang dihasilkan selama tahun ini mencapai Rp4,5 juta ekor dari berbagai jenis ikan konsumsi. Sementara target penjualan ikan konsumsi selama tahun ini diharapkan mencapai 800 kilogram, meningkat dari tahun lalu sebanyak 500 kilogram penjualan ikan konsumsi.

Di Bantul, kata dia, setidaknya ada lima BBI. Masing-masing ada di Barongan, Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis; Tegal Krapyak, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon; Ngentak, Desa Murtigading, Kecamatan Sanden; Gesikan, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak; dan Srihardono, Kecamatan Pundong. “Benih dan pembesaran ikan dari kelima BBI yang ada di Bantul di antaranya adalah nila, mas, gurame, dan lele,” ucap dia.

Dari kelima BBI, imbuh Susilartati, hanya BBI Pundong baru melakukan penjualan benih. “BBI Pundong masih dalam tahap pengembangan. Di sana baru penjualan benih. Belum maksimal pengembangannya karena masih melengkapi berbagai fasilitas. Tahun ini mau bangun pagarnya demi keamanan,” ujar Susilartati.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah, di antaranya menjaga kualitas indukan agar menghasilkan benih yang berkkualitas. Tahun ini BBI juga akan melakukan pengadaan indukan baru untuk mengganti indukan yang dinilai tidak terlalu produktif.

Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan DP2KP Bantul, Istriyani mengakui pengembangan BBI Pundong belum maksimal karena pihaknya baru mengelola lahan BBI tersebut dua tahun terakhir setelah disewa oleh pihak ketiga. BBI yang dibangun pada 2007 itu sempat dikelola pihak ketiga dan dijadikan tempat rekreasi dan restoran selama lima tahun.

“Sekarang kami ambil alih lagi karena kontraknya sudah habis. Kami fokuskan untuk budi daya ikan,” kata Istriyani.