Desa Pengkol Bisa Jadi Sentra Budi Daya Madu di Gunungkidul

Budi daya madu di Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, Jumat 15/11/2019) - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
15 November 2019 20:47 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membantu warga Dusun Wungurejo, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, dalam mengembangkan sentra usaha budi daya lebah madu. Harapannya, Desa Pengkol bisa menjadi pusat budi daya madu di Gunungkidul.

Saat ini terdapat 44 anggota yang tergabung dalam Kelompok Budi Daya Tetes Bunga Sejahtera (TBS) di Desa Pengkol. Mereka mendapatkan modal bantuan dari Baznas melalui program kemitraan dengan BPR Syariah Margirizki Bahagia, Jogja, sejak 2018.

Ketua Kelompok Budi Daya Tetes Bunga Sejahtera, Sutadi, mengungkapkan bantuan tersebut mampu meningkatkan jumlah produksi madu di kelompoknya, sehingga pendapatan dan kesejahteraan anggota TBS terus meningkat.

"Alhamdulillah dengan bantuan dari Baznas kami bisa meningkatkan jumlah koloni lebah madu. Sejak awal program hingga saat ini kami mampu menghasilkan 104 liter madu per bulan," kata Sutadi di sela-sela peresmian Sentra Pengembangan Usaha Budi Daya Madu di Dusun Wungurejo, Jumat (15/11/2019)

Hasil tersebut sangat menggembirakan bagi warga Dusun Wungurejo, sekaligus memberi keyakinan bahwa wilayah tersebut potensial untuk pengembangan dan sentra lebah madu. Melalui pendampingan secara berkesinambungan, program ini mampu membuka peluang lain guna melebarkan sayap usaha budi daya madu. "Masih banyak peluang lain dari usaha ini, seperti wisata edukasi yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan," ujarnya.

Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas, Randi Swandaru, menuturkan jajarannya terus mendampingi para pembudidaya selama tiga tahun. Hal itu dilakukan guna memastikan bahwa para pembudidaya madu di Desa Pengkol bisa mandiri dalam mengembangkan usaha.

"Dengan pendampingan, ke depan diharapkan mampu menjadikan Dusun Wungurejo, Desa Pengkol, menjadi sentra budi daya madu di Gunungkidul," ujarnya.

Staf Ahli Bupati Gunungkidul Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Siti Isnaini Dekoningrum, menyatakan Pemkab mengapresiasi langkah budi daya madu di Desa pengkol dengan pendampingan dari Baznas. Pemkab juga optimistis madu dari Desa Pengkol mampu bersaing hingga kancah nasional. "Kami sangat optimis ke depan madu asli dari Desa Pengkol bisa terjual tidak hanya di wilayah Gunungkidul dan DIY, tetapi secara nasional," kata Isnaini.

Isnaini juga menyatakan program tersebut mampu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Handayani, terutama masyarakat di Dusun Wungurejo, Desa Pengkol.