Menyusul Masker, Antiseptik Ikut Kosong di Pasaran

Tulisan masker dan antiseptik kosong terpasang di Apotek Saras, Wonosari, Selasa (3/3/2020). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
03 Maret 2020 22:12 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Menyusul masker yang menghilang dari pasaran sejak sebulan lalu, antiseptik jenis hand sanitizer atau pembersih tangan berbasis alkohol ikut langka. Sejumlah apotek, toko obat hingga minimarket tak lagi memiliki stok kedua barang itu.

"Untuk masker sudah kosong sejak beberapa bulan lalu, untuk hand sanitizer kemarin masih ada enam botol tapi langsung ludes. Sekarang stok kosong semua," kata Novi Nurhayati, apoteker di Apotek Saras, Wonosari, saat ditemui Selasa (3/3/2020).

Novi menuturkan kekosongan kedua barang tersebut diiringi dengan lonjakan harga. Di hari biasa, lanjut Novi, harga hand sanitizer seberat 500 mililiter (ml) hanya di kisaran Rp35.000/botol, tapi sejak mencuatnya virus Corona, harga per botol melambung hingga Rp80.000. "Semua kosong, di tingkat distributor juga kosong. Meski kami order ke distributor harganya pasti sangat mahal," katanya.

Kekosongan stok antiseptik dan masker juga dirasakan apotek lainnya seperti Arga Nirmala. Niarti, salah seorang petugas di apotek tersebut mengaku stok antiseptik belum lama kosong. "Kemarin stok masih ada tetapi sekarang sudah habis. Semua merek antiseptik habis," ujarnya.

Niarti mengakui sejak mencuatnya virus Corona permintaan masker dan antiseptik meningkat. Bahkan pada Selasa pagi sudah ada 20 orang yang datang untuk membeli masker dan hand sanitizer. "Banyaknya permintaan hand sanitizer terjadi sejak kemarin yakni sejak informasi kasus virus Corona mulai ditemukan di Indonesia. Banyak warga yang berniat membeli tapi stok kami kosong," katanya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Sumitro, mengimbau agar masyarakat tidak terlalu berlebih dengan memborong atau membeli masker atau antiseptik dalam jumlah yang banyak.

Menurut dia, penggunaan masker saat ini lebih tepat digunakan oleh masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak yang berpotensi tinggi tertular virus Corona. "Enggak pakai masker juga enggak apa-apa, tapi kalau di keramaian perlu proteksi, tapi jangan terlalu berlebihan," ujarnya.

Guna mengantisipasi berbagai macam penyakit, Sumitro mengimbau agar masyarakat terus menjaga daya tahan tubuh, mengonsumsi asupan bergizi dan sehat, istirahat yang cukup, rutin berolahraga hingga membersihkan tangan dengan air mengalir.