Generasi Muda Gunungkidul Dilibatkan dalam Isu Kesehatan Jiwa
Generasi muda Gunungkidul diajak peduli kesehatan jiwa melalui Ruang Cerita Orang Muda. Pemkab juga menggandeng 11 mahasiswa UGM untuk layanan konseling.
Ilustrasi. /Solopos-Agoes Rudianto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Desa Grogol, Kecamatan Paliyan, Suhari memutuskan mundur dari jabatannya karena alasan kesehatan. Surat pengunduran ini dilayangkan ke Pemkab Gunungkidul 7 Februari lalu.
Sekretaris Desa Grogol, Lumenta Hadi, mengatakan jajarannya masih menunggu surat balasan dari Pemkab terkait dengan pengunduran diri Suhari. Menurut dia, alasan pengunduran diri karena yang bersangkutan sudah tua dan kondisi kesehatan mulai menurun. “Pak Kades [Suhari] sudah berusia 72 tahun dan sudah sakit-sakitan,” katanya kepada wartawan, Rabu (4/3/2020).
Menurut dia, karena kondisi kesehatan yang terus menurun, sejak tiga bulan lalu Suhari sering tidak masuk kerja. Bahkan untuk pelayanan khususnya yang membutuhkan tanda tangan kades, petugas harus mendatangi rumah yang bersangkutan. “Aktivitas lebih banyak di rumah sehingga kami harus datang untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada,” katanya.
Dia berharap segera ada kepastian dan ada pejabat kepala desa sehingga kegiatan di Desa Grogol bisa berjalan dengan baik. “Kami masih menunggu keputusan Pemkab, sekaligus sudah menyiapkan pejabat kades sebagai pengganti,” katanya.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarkat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, M. Farkhan, mengatakan jajarannya sudah menerima surat pengunduran diri dari Kades Grogol. Menurut dia, hingga saat ini permohonan pengunduran diri masih tahap meminta persetujuan ke Bupati. “Alasan mundur karena kesehatan dan sekarang permohonan masih diproses,” kata Farkhan.
Dia menjelaskan untuk pemberhentian harus mendapatkan persetujuan dari Bupati karena saat pelantikan juga dilakukan oleh Bupati. Disinggung mengenai keputusan resmi, Farkhan mengakui bahwa dalam waktu dekat akan ada jawaban terkait dengan pengunduran diri Suhari. “Mudah-mudahan pekan ini bisa selesai dengan turunnya surat keputusan pemberhentian,” katanya.
Menurut Farkhan, di dalam pengunduran diri tidak hanya berisi surat pernyataan dari kades, tetapi juga disertai dengan calon pejabat kades pengganti. Untuk pengganti, berdasarkan hasil rapat musyawarah desa yang melibatkan BPD Grogol disepakati Kepala Seksi Tapem Kecamatan Paliyan, Purnomo, sebagai pengganti sementara. “Kami meneruskan dan aspirasi akan dijadikan dasar untuk penunjukan pejabat kades,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Generasi muda Gunungkidul diajak peduli kesehatan jiwa melalui Ruang Cerita Orang Muda. Pemkab juga menggandeng 11 mahasiswa UGM untuk layanan konseling.
Sebanyak 9 SD di Sleman masih membutuhkan bantuan air bersih akibat sumur mengering. BPBD menyalurkan 2.000 liter air tiap sekolah.
Festival Inovasi Jogja 2026 ditutup di UKDW dengan penyerahan katalog riset dan penguatan kolaborasi inovasi untuk pembangunan daerah.
Rupiah melemah ke Rp18.046 per dolar AS akibat kekhawatiran pengetatan kebijakan The Fed dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
UKDW menjadi ruang diseminasi Festival Inovasi Jogja 2026, menghadirkan inovasi pengelolaan sampah, kesehatan mental, pariwisata, dan pangan.
Pembangunan markas Yon TP di Gunungkidul masih menunggu izin Sultan HB X. Sebanyak 400 personel TNI telah disiapkan di Banyusoco.