Jadi RS Rujukan Kasus Corona, RSUD Panembahan Senopati Malah Kekurangan APD

RSUD Bantul-Harian Jogja - Ujang Hasanudin
05 Maret 2020 20:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—RSUD Panembahan tercatat sebagai salah satu dari 100 rumah sakit di Indonesia yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan bagi penanganan pasien Corona (Covid-19). Sayangnya sarana alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut minim.

Direktur Umum RSUD Panembahan Senopati Bantul, I Wayan Marthana mengatakan pada prinsipnya tidak ada persoalan dalam menangani pasien yang terjangkit Covid-19. “Tetapi jika terjadi ledakan kasus kami sangat kewalahan karena APD yang tersedia bagi tenaga kesehatan sangat minim dan saat ini sulit diakses,” kata Wayan saat ditemui di Parasamya, kompleks Kantor Pemkab Bantul, Kamis (5/3/2020).

Wayan mengatakan APD yang dimiliki RSUD Panembahan Senopati Bantul saat ini untuk pakaian pelindung diri yang menyerupai pakaian astronot sebanyak 20 buah, visor pelindung wajah 50 buah, masker khusus N95 sebanyak 200 buah. Menurut dia, jumlah alat pelindung diri tersebut masih kurang.

Sebenarnya, kata dia, rumah sakitnya sudah mengajukan permintaan pengiriman APD ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak dua bulan lalu, tetapi hingga kini belum direspons. Dia memahami saat ini Kemenkes juga kehabisan stok APD seiring adanya lonjakan kasus Covid-19 di beberapa negara.

Wayan menambahkan upaya pengadaan APD secara mandiri juga sudah dilakukan melalui perusahaan penyedia APD, tetapi persoalannya, stok di perusahaan yang memproduksi APD juga rata-rata kosong. “Ini 100 rumah sakit rujukan saya kira problemnya sama, yakni kekurangan stok APD,” ujar Wayan.

Tak hanya APD, dia mengakui ruang isolasi di RSUD Panembahan Senopati juga masih kurang. Saat ini, kata dia, baru ada dua ruang isolasi yang sudah sesuai standar penanganan pasien terjangkit covid. “Keduanya sudah terisi oleh pasien dalam pengawasan Covid-19. Kami tidak berharap ada penambahan pasien. kalaupun terpaksa nanti ruang lain akan difungsikan sebagai ruang isolasi walaupun tidak sesuai standar. Tetapi rujukan utama tetap RSUP dr. Sardjito,” kata Wayan.