Babarsari Sempat Mencekam, Massa Ojol Akhirnya Berangsur Membubarkan Diri

Ratusan polisi berjaga di wilayah Babarsari saat kerusuhan antara driver ojol dan massa dari debt collector, Kamis (5/3/2020).-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
05 Maret 2020 19:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Setelah sempat mencekam, massa yang terlibat kerusuhan di Jalan Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman akhirnya membubarkan diri pada Kamis (5/3/2020) malam.

Pantauan Harianjogja.com di lokasi kejadian, ratusan hingga ribuan massa driver ojol yang semula bentrok dengan sejumlah kelompok massa terduga debt collector akhirnya berangsur membubarkan diri sekitar pukul 19.00 WIB.

Jalan Babarsari yang semula ditutup hingga Jalan Solo akhirnya dibuka dan bisa dilewati pengendara.

Pembubaran diri dilakukan setelah otoritas kepolisian meminta massa driver ojol bubar.

"Kami beri waktu sekitar 10 menit untuk bubar," kata Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah.

Dia juga menjamin keselamatan para driver ojol dan meminta melaporkan ke polisi apabila ada driver ojol yang diserang oleh sekelompok massa.

Sebelumnya suasana mencekam terjadi di Jalan Babarsari pada Kamis sore setelah sejumlah driver ojol yang melintasi diserang sejumlah orang. Ratusan massa driver ojol akhirnya turun ke lokasi.

Adapun massa yang diduga dari kelompok DC berlarian dan menyerang driver ojol dengan membawa berbagai senjata seperti kayu. Ratusan polisi dikerahkan ke lokasi. Sebanyak tiga truk pasukan tambahan didrop ke Babarsari.

Polisi akhirnya menutup ruas Jalan Babarsari dan memukul mundur kelompok massa yang diduga debt collector ke arah Jalan Solo.

Sebelum pecah kerusuhan di Babarsari, pengendara ojek online (ojol) dan sejumlah orang yang diduga debt collector terlibat aksi saling lempar batu di Ring Road Utara, sebelah timur Polsek Depok Timur, Kamis (5/3/2020) siang.

Puluhan orang berjaket ojol warna hijau dan sekumpulan massa saling melemparkan batu dan mengumpat di tengah jalan. Akibatnya, Ring Road Utara sempat macet dan dipenuhi ketegangan.

Kapolres Sleman Rizky Ferdiansyah mengatakan tawuran tersebut bermula dari kesalahpahaman. Insiden itu juga merupakan rentetan dari penggerudukan ratusan pengendara ojol di salah satu perusahaan leasing yang berada di Jalan Wahid Hasyim, Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman, Rabu (4/3/2020).

Penggerudukan itu mereka lakukan sebagai bentuk solidaritas atas penganiayaan yang dialami salah satu ojol bernama Luthfi Aditya Kusuma, 29, warga Samigaluh, Kulonprogo yang diduga dianiaya oleh sejumlah debt collector (DC) dari perusahaan tersebut, Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kapolres mengatakan perusahaan leasing tersebut berusaha menyelesaikan masalah ini dengan melakukan mediasi di kantor ojol di Ring Road Utara.

“Tetapi karena datangnya di kantor [ojol] dan datang bersama-sama, teman-teman dari ojol menganggap kantor mereka diserang. Mediasi berlangsung di atas, temen-temen mereka [DC] di bawah, dan teman-teman ojol menganggap kantor mereka diserang, padahal enggak,” kata Rizky.