Lemhanas Soroti Intoleransi dan Kejahatan Jalanan di Jogja

Dialog Wawasan Kebangsaan, di Hotel Tentrem, Kamis (5/3/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
07 Maret 2020 04:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Merespons maraknya isu intoleransi dan kejahatan jalanan yang beberapa kali terjadi di Indonesia khususnya Jogja, Lembaga Ketahanan nasional (Lemhanas) menggelar Dialog Wawasan Kebangsaan, di hotel Tentrem, selama tiga hari, Selasa sampai Kamis (3-5/3/2020).

Ketua panitia Dialog Wawasan Kebangsaan, Laksamana TNI Rahmad Wahyudi, menuturkan kegiatan kali ini mengusung tema Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan yang Bersumber Pada Empat Konsensus Dasar Bangsa Guna Meningkatkan Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.

Dialog diikuti oleh beberapa elemen masyarakat seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas, mahasiswa, TNI dan Polri di sekitar DIY. “Peserta kami ajak berpikir tentang nilai-nilai kebangsaan dari empat consensus, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” ujarnya, Kamis, (5/3/2020).

Sejumlah isu yang turut dibicarakan dalam dialog ini diantaranya fenomena intoleran dan kejahatan jalanan. Meski hanya letupan-letupan kecil, kedua fenomena ini menurutnya cukup mengancam kehidupan social masyarakat, yang kalau dibiarkan bisa semakin membesar.

“Kasus intoleransi tidak saja terjadi di Jogja, tapi juga di daerah lainnya. belakangan ini prosentasinya meningkat meski sedikit. Namun meskipun hanya sedikit tapi dampaknya akan sangat besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Dari dialog ini, diharapkan elemen masyarakat yang menjadi peserta dapat menyebarkan pemahaman dan rekomendasi forum kepada masyarakat lainnya di wilayah masing-masing. “Harapannya bisa jadi gethok tular ke masyarakat yang lebih luas tentang wawasan kebangsaan ini,” ujarnya.

Selain itu, hasil dari dialog ini juga akan disampaikan ke Lemhanas pusat yang diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan yang terjadi baik di tingkat nasional maupun DIY. “Feedbacknya juga akan kami beri rekomendasi kepada Pemda DIY untuk mengatasi persoalan social,” ungkapnya.