Kerusakan Jembatan Kenet Merembet ke Jalan Penghubung Bantul-Gunungkidul

nKerusakan talut jembatan Kenet, Siluk, Selopamioro, Imogiri, yang ditutupi terpal oleh Dinas PUP-ESDM DIY sebagai penaganan sementara untuk mencegah agar tidak tambah parah, Jumat (6/3/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
07 Maret 2020 10:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Hujan lebat yang terjadi selama dua hari lalu menyebabkan sejumlah kerusakan infrastruktur, salah satunya adalah talut jembatan Kenet di Dusun Siluk I Desa Selopamioro, Imogiri. Bahkan kerusakan sudah merembet pada pondasi jembatan di jalan penghubung Gunungkidul dan Bantul tersebut.

Dinas Pekerjaan Umum Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY mengatakan pihkanya sudah meninjau langsung jembatan tersebut dan sudah melaporkannya ke Sekretaris Daerah (Sekda) DIY untuk penanganan lebih lanjut. “Ini masih dievaluasi, harapannya [diperbaiki] tahun ini,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUP-ESDM DIY, Bambang Sugaib, saat dihubungi Jumat (6/3/2020).

Bambang mengau belum mengetahui kebutuhan anggaran perbaikan kerusakan jembatan itu, karena masih dalam penghitungan. Ia juga tidak menampik usia jembatan tersebut sudah tua dan melebihi batas pemanfaatan. Jembatan tersebut dibangun sekitar 1985-1986 silam. “Idealnya sudah diganti,” ucap Bambang.

Namun demikian untuk penanganan darurat pihaknya sudah melakukan langkah-langkah agar kerusakan tidak semakin parah, di antaranya dengan menutup terpal di bagian talut yang ambrol.

Kasi Pembangunan Jalan Dan Jembatan Bina Marga Dinas PUP ESDM DIY, Waryantini mengakui langkah pemerintah sejauh ini hanya sebatas langkah darurat dan belum bisa langsung melakukan perbaikan karena perlu melalui pengusulan dan paling cepat bisa diusulkan melalui APBD perubahan.

Pihaknya akan melakukan koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mencari solusi terbaik. “Kecuali kalau nanti bisa menggunakan anggaran kedaruratan mungkin tidak perlu menunggu anggaran perubahan,” katanya.

Ia tidak menampik kondisi kerusakan jembatan tersebut akan menyulitkan warga yang melintas. Sementara ini arus lalulintas di atas jembatan hanya dilakukan satu jalur saja di sisi timur atau jalur dari arah Panggang. Penutupan satu lajur tersebut untuk menghindari kerusakan tambah parah.

Sumadi, salah seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan Jembatan Kenet mengatakan awal mula talut jembatan itu ambrol terjadi pada 14 dan 15 Februari lalu saat terjadi hujan deras. Yang ambrol tadinya hanya sepanjang tujuh meter dan tinggi sekitar 20 meter, namun semakin melebar. Ia berharap jembatan itu diperbaiki karena merupakan satu-satunya akses jalan Imogiri-Panggang. “Mohon segera diperbaiki,” kata dia.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengatakan total kerusakan akibat cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir ini masih dalam proses pendataan di lapangan. Pendataan dilakukan untuk mengklasifikasikan kerusakan infrastruktur yang menjadi kewenangan Pemkab, Pemda DIY, dan Pemerintah Pusat.

Ia mengatakan cuaca ekstrem itu dampaknya cukup meluas di Bantul “Banyak infrastruktur rusak. Hingga kini tim terus berusaha melakukan pendataan sedetail mungkin agar bisa dijadikan acuan dalam penanganan,” ujar Dwi.