Hujan Deras, 17 KK di Nglindur, Girisubo, Gunungkidul, Terendam Air

Aktivitas penyedotan air di Telaga di Dusun Nglindur Kulon, Desa Nglindur, Girisubo, Minggu (8/3/2020). Penyedotan dilakukan agar debit air surut sehingga tidak menggenangi rumah penduduk. - Istimewa/ Dokumen Kecamatan Girisubo
08 Maret 2020 20:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bencana hidrometeorologi terus terjadi di sejumlah wilayah di DIY. Di Gunungkidul deras hujan yang mengguyur Sabtu (7/3/2020) malam memicu terjadinya banjir di Kecamatan Girisubo dan Semanu. Selain merendam lahan pertanian, banjir juga merendam rumah warga. Di Kulonprogo, beberapa keluarga terpaksa mengungsi lantaran terancam tanah longsor.



Banjir di wilayah Girisubo salah satunya terjadi di Dusun Nglindur Kulon, Desa Nglindur. Sejak Sabtu malam ada 17 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam air dengan ketinggian hingga 50 sentimeter.

Anggota Tagana Kecamatan Girisubo, Ndaru Haryo Suprobo, mengatakan hingga Minggu (8/3/2020) warga masih berupaya untuk mengurangi debit air yang menggenangi rumah warga dengan menggunakan mesin pompa. Air genangan disedot dan dialirkan ke luweng yang lokasinya tidak jauh dari permukiman. “Letak luweng lebih tinggi. Jadi harus ada bantuan mesin pompa agar air bisa masuk ke luweng,” kata Ndaru kepada wartawan, Minggu.

Menurut dia, banjir terjadi karena hujan turun sangat deras dengan intensitas waktu yang cukup lama. Dampak dari banjir mengakibatkan rumah 17 KK di Dusun Nglindur Kulon tergenang. “Ketinggian mencapai setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 50 sentimeter. Meski tergenang belum ada warga yang mengungsi,” katanya.

Dijelaskannya, banjir yang terjadi bukan yang pertama. Di akhir 2017 banjir juga menggenangi wilayah Nglindur Kulon. “Di 2018 sempat ada genangan tetapi dalam waktu sekitar dua jam langsung surut, tetapi sekarang [kemarin] sudah dua hari belum surut,” katanya.