Jelang Ramadan, Harga Gula Kian Melambung

Seorang pedagang menimbang bawang putih di kios miliknya di kompleks Pasar Argosari, Wonosari, belum lama ini. - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
08 Maret 2020 23:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga gula pasir terus merangkak naik hingga menyentuh angka Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram (kg). Selain stok yang menipis, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul menengarai Ramadan yang tinggal satu setengah bulan lagi juga menjadi pemicu kenaikan harga.

"Berdasar pantauan kami harga gula pasir terus naik, hasil analisa kami kenaikan ini terjadi karena sebentar lagi memasuki bulan puasa," kata Sekretaris Disperindag Gunungkidul, Virgilio Soriana, saat ditemui Harian Jogja, akhir pekan kemarin.

Menurut Virgilio, kenaikan harga sejumlah komoditas selalu terjadi menjelang Ramadan. Selain itu, keterbatasan pasokan juga berdampak dengan melonjaknya harga di tingkat eceran. "Kami terus berkomunikasi dengan Disperindag DIY soal stok. Kami juga mengajak Bulog untuk menambah stok sehingga harga tetap terkendali," ujarnya.

Di Pasar Argosari, Wonosari, harga bawang putih yang sebelumnya membumbung hingga Rp50.000 per kilogram (kg) kini turun di angka Rp32.000-Rp36.000/kg. Lonjakan harga justru terjadi pada komoditas gula pasir yang melonjak hingga Rp16.000/kg. "Harga bawang putih sudah normal, untuk harga gula pasir terus naik," kata Bardio, 48, seorang pedagang sembako di Pasar Argosari saat ditemui Harian Jogja, pekan kemarin.

Bardio menuturkan kenaikan harga gula pasir di tingkat eceran terjadi lantaran harga dari tengkulak dan distributor yang sudah tinggi. Pedagang eceran pun tak bisa berbuat banyak. Dengan tingginya harga kulakan, Bardio dan pedagang lainnya mengaku tak berani menyetok gula dengan jumlah yang banyak. "Sekali kulakan paling banyak 10 sak masing-masing isi 50 kg. Harga satu sak saat ini mencapai Rp780.000," ujarnya.

Pedagang lainnya, Fajar Faudin, 27, mengaku harga bawang putih turun sejak sepekan terakhir. Sayangnya, harga gula pasir justru melambung. "Saya tak berani menyetok dengan jumlah yang banyak, kami takut kejadian seperti saat kulakan bawang putih saat harga melambung. Saat harga turun kami merugi," katanya. Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, terutama gula pasir agar tak terus menerus naik.