Koperasi Efektif Bangun Eko Wisata Malioboro

Para pedagang di Jalan Malioboro. - Ist/Dok Nasdem
10 Maret 2020 12:57 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Kawasan Malioboro sebagai landmark wisata Jogja terus berkembang pesat. Tak dipungkiri perkembangan Malioboro berjalan baik berkat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan para pedagang.

Keberadaan pedagang di kawasan Malioboro terhimpun dalam tujuh koperasi, salah satunya adalah koperasi Tri Darma. Koperasi yang berdiri sejak tahun 1981 kini memiliki 913 anggota. Seluruh anggota adalah pedagang, baik pedagang batik, kuliner, maupun kerajinan tangan.

Eksistensi koperasi Tri Darma diakui oleh Subardi selaku Anggota Komisi VI DPR RI F-Nasdem. Ia mengakui reputasi Koperasi Tri Darma sejak awal berdiri. Saat itu ia sudah terlibat dalam sejumlah kegiatan koperasi di Yogyakarta.

"Koperasi Tri Darma adalah contoh koperasi modern yang dikelola profesional. Sejak dulu tidak hanya menjadi wadah organisasi pedagang. Gagasan Koperasi Tri Darma yang mempertahankan budaya khas Jogja berhasil mempercantik kawasan Malioboro seperti terlihat saat ini," katanya, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (10/3/2020).

Bagi legislator berusia 68 tahun ini, berinteraksi dengan para pedagang adalah kegemarannya sejak muda. Apalagi saat ini ia mendapat amanah sebagai Anggota Komisi VI DPR yang membidangi Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. "Sebagai wakil rakyat, saya bergairah lagi untuk mewujudkan cita-cita menjadikan Koperasi di DIY sebagai penopang utama ekonomi kerakyatan."

Bagi Rudiharto selalu ketua Koperasi menuturkan banyak pedagang yang sadar bergabung dalam wadah Koperasi. Kesadaran pedagang turut membantu penataan kawasan Malioboro. "Sejauh ini kami tidak pernah bergesekan dengan Satuan Polisi Pamong Praja," katanya.

Pengelolaan Koperasi Tri Darma berkembang baik dengan aset mencapai Rp1 miliar rupiah. Setiap anggota koperasi juga memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan.

Di dalam struktur koperasi terdapat perangkat hukum dan advokasi, perangkat kesehatan, dan perangkat lingkungan hidup. Rudiharto menegaskan satuan perangkat ini bersinergi dengan pemangku industri wisata di Malioboro. "Tentunya keberhasilan ini untuk mensejahterakan anggota Koperasi," katanya.

Kawasan Malioboro kini menjadi industri pariwisata (eko-wisata). Para pedagang sudah tentu melekat sebagai bagian dari Industri tersebut. Subardi meyakini pembangunan Malioboro dengan pendekatan kemanusiaan sangat efektif memajukan kelompok usaha kecil dan menengah. Bahkan rumah aspirasinya di kota Jogja kini dipimpin oleh mantan pengurus Koperasi Tri Darma sebagai bentuk dukungan bagi koperasi.