Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Warga melintasi Wisata Air Taman Pleredan Kali Gajahwong, Selasa (10/3/2020./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA - Di Sungai Gajahwong, tepatnya di Kampung Ponggalan-Kawangmiri, Kelurahan Giwangan, Umbulharjo, terdapat satu wisata air, bernama Wisata Air Taman Pleredan Kali Gajahwong. Wisata ini menawarkan susur Sungai Gajawhong menggunakan kapal mesin.
Wisata air yang telah beroperasi sekitar tiga tahun ini, saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi wisata malam. Pengelola Wisata Air Taman Pleredhan Kali Gajahwong, Afdol Mustaqim, menjelaskan pihaknya berencana menjadikan wisata air ini menjadi salah satu opsi bagi masyarakat dan wisatawan Jogja untuk berwisata di malam hari.
Pengembangan sudah dimulai sejak Agustus 2019 lalu. Maka sejak itu hingga sekarang, wisata air ini masih belum beroperasi dan baru akan dibuka pada April mendatang. Dalam pengembangan ini pihaknya menambahkan beberapa fasilitas, di antaranya pemasangan pagar pada sisi sungai, peninggian talut, pelebaran jalan, pemasangan lampu dan pembuatan mushala.
“Pelebaran jalan dan pemasangan pagar sepanjang 500 meter. Kami beri pagar agar tidak berbahaya bagi anak-anak. Pelebaran jalan agar lebih mudah mengakses wisata ini dari luar. sementara lampu yang dipasang sebanyak 34 unit,” ujarnya.
Selain itu, untuk menambah kapasitas pengoperasionalan wisata ke depan, pihaknya juga menambahkan dua kapal dan 20 unit pelampung, sehingga total kini terdapat empat kapal yang masing-masing berkapasitas 12 orang dan pelampung sebanyak 38 unit.
Dalam operasional wisata air ini, pihaknya cukup ketat menerapkan standard keamanan. Setiap penumpang perahu diwajibkan menggunakan pelampung. “Kecuali dari wisatawan ada yang tidak mau menggunakan pelampung, kalau memang dia orang dewasa dan bisa berenang kami perbolehkan,” ungkapnya.
Kapasitas penumpang perahu juga diperhatikan. Satu kapal maksimal bisa menampung 12 orang dewasa. batas ini tidak boleh dilampaui. Setiap pengoperasionalan kapal juga harus didampingi satu petugas jika hanya sedikit penumpang, dan dua petugas jika banyak penumpang.
Kondisi sungai Gajahwong kata dia, memiliki kedalaman satu sampai tiga meter. Saat hujan, air naik maksimal sekitar satu meter.“Kami perhatikan cuaca, kalau di sebelah utara sudah terlihat gelap dan banyak sampah mengapung dari utara, kami segera hentikan pengoperasian kapal,” ungkapnya.
Lurah Giwangan, Anggit Syafrudin, mengatakan wisata air ini merupakan bentuk kepedulian warga kepada kondisi lingkungan. Pasalnya, sebelum dibangun tempat wisata, lokasi itu merupakan tanah terbengkalai yang kerap menjadi tempat buang sampah.
“Dengan berbagai pengembangan ini diharapkan ke depan semakin meningkatkan perekonomian warga sekitar. Dari aktivitas wisata, warga bisa berkontribusi dengan menjual kuliner yang dibutuhkan oleh wisatawan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Dentuman keras terdengar di sejumlah wilayah Gorontalo sekitar pukul 00.22 Wita. Warga sempat panik dan menduga ada meteor jatuh.
Bagi Asuransi Astra, tujuh dekade bukan sekadar penanda waktu, melainkan perjalanan penuh makna dalam menjaga kepercayaan dan memberikan ketenangan pelanggan
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 12 September 2026, Kulon Progo berpotensi kabut, sementara Bantul dan Kota Jogja diprediksi udara kabur.
Sejumlah pelaku usaha di Kulonprogo mengikuti pelatihan pengolahan daging unggas yang digelar Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP)
Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda DIY Sabtu 12 September 2026 beroperasi di Baturetno Bantul, lengkap dengan syarat perpanjangan serta biayanya.