Soal Listrik Pesisir, Pemkab Diminta Jalin Komunikasi dengan Puro Pakualaman

Gumuk pasir di Pantai Parangtritis. - IST/Humas Pemkab Bantul
12 Maret 2020 06:57 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Komisi II DPRD Kulonprogo meminta Pemerintah Kabupaten Kulonprogo untuk menjalin komunikasi dengan Puro Pakualaman terkait dengan permohonan warga untuk melakukan pemasangan jaringan listrik di kawasan pertanian lahan pasir.

Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo, Priyo Santoso menuturkan bahwa Pemkab Kulonprogo perlu memfasilitasi hal ini lantaran tanah tersebut merupakan milik Puro Pakualaman. Menurutnya, PLN Wates bisa saja memasang jaringan listrik di kawasan itu namun dengan persetujuan Puro Pakualaman.

"Kami sudah komunikasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, dan PLN Wates. PLN sudah berkenan untuk memasang, namun kami minta Bupati untuk menyampaikannya ke Puro Pakualaman," kata Priyo, Rabu (11/3/2020).

Selama ini ia menerima banyak keluhan dari petani untuk meningkatkan efisiensi produksi dengan pemasangan jaringan listrik ke lokasi pertanian serta alih teknologi pertanian. Penggunaan listrik dirasa petani bisa menghemat biaya produksi ketimbang penggunaan diesel.

Dijelaskan Priyo, pertanian lahan pasir membawa keuntungan lebih banyak lantaran ketika hujan deras, lahan tidak terendam. Namun, ketika musim kemarau, ada konsekuensi penyiraman tanamannya lebih ekstra, sehingga pemasangan listrik dirasa bisa lebih membantu. "Apalagi kawasan pesisir Kulonprogo itu kawasan penyangga cabai Jogja," kata dia

Untuk itu, ia meminta tiap kelompok tani di kawasan pertanian lahan pasir di pesisir Kulonprogo untuk mengirim surat pernyataan ke Bupati lewat pemerintah kalurahan. Harapannya, produksi pertanian bisa meningkat dengan adanya pemasangan listrik ini.

Sebelumnya, Ketua KT Sido Dadi, Ngatimin mengeluhkan sulitnya akses listrik di lahan tanam cabainya di Dusun Trisik, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur. Padahal, pemakaian listrik disinyalir bisa menghemat biaya modal ketimbang menggunakan BBM.

"Pemasangan listrik untuk lahan pertanian mohon dipermudah. Bisa menghemat produksi pertanian sebesar 70% dibandingkan menggunakan BBM," ujarnya.