Sultan: SDM PKK Dibutuhkan untuk Wujudkan Kesejahteraan Keluarga

Peresmian Gedung PKK DIY di Kompleks Kepatihan, Kamis (12/3) pagi. - Ist/PKK DIY.
13 Maret 2020 01:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Organisasi ini harus menjadi pendamping dalam setiap penanganan masalah sosial serta membuat keluarga agar menjadi lebih sejahtera.

Sultan mengatakan dengan telah diresmikannya gedung baru, organisasi PKK DIY harus meningkatkan kinerjanya dengan melakukan lebih banyak realisasi program berkaitan dengan keluarga. Menurutnya gedung hanya sebuah realitas fisik semata, terpenting harus didukung dengan kualitas SDM sebagai modal.

“Justru yang terpenting faktor manusia dan pengelola gedung ini, harus didukung dengan SDM berkualitas. Peresmian ini harus dijadikan titik berkembangnya PKK DIY meningkatkan kualitas,” kata Sultan dalam peresmian Gedung PKK di Kompleks Kepatihan, Kamis (12/3/2020).

Organisasi PKK diharapkan turut berperan dalam mengatasi sejumlah persoalan di DIY mulai dari kejahatan jalanan atau dikenal dengan klithih yang melibatkan anak-anak, kasus perundungan di sekolah hingga berbagai masalah sosial lainnya. Sultan berharap PKK hendaknya benar-benar memahami, bahwa organisasi ini didirikan untuk membangun kesejahteraan keluarga.

“Kami kaum tua menyaadari usia remaja adalah pencarian jati diri, tetapi tak jarang justru terjebak. Pemuda Jogja perlu diberikan ruang,” ucapnya

Ketua Tim Penggerak PKK DIY GKR Hemas menambahkan gerakan PKK sangat dibutuhkan terutama untuk membangun kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu PKK akan terus bersinergi dengan Pemda DIY serta instansi lain.

Ia menyadarai tugas pokok dan fungsi PKK menemui sejumlah kendala, mulai dari sulitnya mendapatkan kader baru dan anggaran. “Tetapi hal itu tidak menyurutkan langkah PKK dalam memberikan kontribusi untuk terus berusaha membangun kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Oleh karena itu, dengan adanya gedung baru diharapkan menjadi center of excellence pemberdayaan keluarga. Di mana bangunan yang tersedia saat ini lebih modern dan unik serta sangat memperhatikan sarana prasarana yang dibutuhkan publik. “Sehingga kesan pertama melihat PKK akan menjadi lebih baik,” ucapnya.

Kepala Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY Imam Pratanadi menyatakan pembangunan gedung PKK yang berdekatan dengan Masjid di lingkungan Kepatihan ini dimulai pada 28 Juni hingga Desember 2019. Pembangunan ini menelan biaya Rp8 miliar dengan rincian gedung terdiri dari tiga lantai.