Kunjungan Wisatawan ke Bantul Berkurang karena Corona

Wisatawan sedang bermain air di Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul, Rabu (16/5/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
17 Maret 2020 15:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pariwisata Bantul menyatakan wabah virus Corona yang merebak di sejumlah daerah cukup berdampak bagi dunia pariwisata. Saat ini, kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Bumi Projotamansari ini berkurang.

Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, secara keseluruhan belum bisa menghitung dampak kerugian sektor pariwisata, namun dari data kunjungan sudah berkurang setiap harinya, bahkan dari pengujung kawasan Pantai Parangtritis yang biasanya seiap akhir pekan mencapai 15.000-20.000 pengunjung, saat ini kurang dari 10.000 orang.

“Secara keseluruhan diperkirakan baru satu persen penurunannya, belum signifikan,” kata Annihayah, di kantor Dinas Pariwisata Bantul, Selasa (17/3/2020).

Selain itu sejumlah tamu dari luar yang akan menginap di sejumlah penginapan di Bantul baik homestay maupun hotel, diakui Annihayah, juga banyak yang membatalkan.

Data kunjungan selama dua pekan terakhir di Parangtritis sebanyak 79.170 orang, Samas 8.100 orang, Goa Cemara 1.210 orang, Pandansimo 3.300 orang, Kuwaru 645 orangGoa Selarong 850 orang, dan Goa Cerme 85 orang.

Annihayah menilai wajar adanya kunjungan wisatawan karena sebagai dampak wabah virus Corona yang terjadi di sejumlah daerah, bahkan pemerintah pusat juga sudah membatasi penerbangan, pembatasan mobilitas di luar rumah, serta larangan untuk menyelenggarakan studi wisata hingga kegiatan yang mengundang banyak orang.

Pihaknya banyak penerima pembatalan rombongan wisatawan ke beberapa objek wisata terutama Parangtritis. Selain itu sejumlah kegiatan atraksi wisata di Bantul juga banyak yang ditunda, di antaranya gelaran Jogja Air Show (JAS) 2020 yang seharusnya digelar pada 20-22 Maret mendatang di Pantai Depok dan Parangtritis. Padahal event tersebut biasanya mampu menyedot pengunjung di atas 40.000 orang.

“Sebanyak 22 pentas seni yang rutin digelar setiap akhir pekan di beberapa objek wisata juga kami tunda sampai batas waktu yang belum ditentukan, sampai keadaan kondusif,” ujar Annihayah.

Tak hanya kegiatan di Bantul, namun kegiatan pameran wisata di luar daerah juga dibatalkan. Padahal sesuai jadwal dalam dua bulan ini seharusnya Dinas Pariwisat Bantul mengikuti pameran wisata di Surabaya dan Palembang.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo memastikan semua objek wisata di Bantul tetap buka seperti biasa meski marak wabah Corona, namun pihak pengelola wisata tetap diminta untuk mengedepankan kewaspadaan dan mematuhi protokoler kesehatan selama massa merebaknya wabah virus Corona ini.

Pihaknya sudah sudah memberikan imbauan terkait keamanan wisata saat ini seperti menyediakan sarana cuci tangan yang memadai, hand sanitizer serta imbauan bagi wisatawan untuk tidak meluda sembarangan di lokasi objek wisata, “Bila perlu menyediakan vitamin dan minuman rempah-rempah untuk daya tahan tubuh. Selain itu menjaga pola hidup bersih dan sehat untuk kewaspadaan. Saya kira imbauan ini penting ketimbang meng-close [menutup objek wisata],” ujar Kwintarto.

Heru menambahkan penurunan jumlah wisatawan saat ini tidak hanya dipengaruhi wabah Corona, namun juga karena Januari-April ini merupakan masa paceklik wisatawan, bukan bulan liburan sekolah dan saat bersamaan saat ini musim penghujan.