Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Wisatawan sedang bermain air di Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul, Rabu (16/5/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pariwisata Bantul menyatakan wabah virus Corona yang merebak di sejumlah daerah cukup berdampak bagi dunia pariwisata. Saat ini, kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Bumi Projotamansari ini berkurang.
Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, secara keseluruhan belum bisa menghitung dampak kerugian sektor pariwisata, namun dari data kunjungan sudah berkurang setiap harinya, bahkan dari pengujung kawasan Pantai Parangtritis yang biasanya seiap akhir pekan mencapai 15.000-20.000 pengunjung, saat ini kurang dari 10.000 orang.
“Secara keseluruhan diperkirakan baru satu persen penurunannya, belum signifikan,” kata Annihayah, di kantor Dinas Pariwisata Bantul, Selasa (17/3/2020).
Selain itu sejumlah tamu dari luar yang akan menginap di sejumlah penginapan di Bantul baik homestay maupun hotel, diakui Annihayah, juga banyak yang membatalkan.
Data kunjungan selama dua pekan terakhir di Parangtritis sebanyak 79.170 orang, Samas 8.100 orang, Goa Cemara 1.210 orang, Pandansimo 3.300 orang, Kuwaru 645 orangGoa Selarong 850 orang, dan Goa Cerme 85 orang.
Annihayah menilai wajar adanya kunjungan wisatawan karena sebagai dampak wabah virus Corona yang terjadi di sejumlah daerah, bahkan pemerintah pusat juga sudah membatasi penerbangan, pembatasan mobilitas di luar rumah, serta larangan untuk menyelenggarakan studi wisata hingga kegiatan yang mengundang banyak orang.
Pihaknya banyak penerima pembatalan rombongan wisatawan ke beberapa objek wisata terutama Parangtritis. Selain itu sejumlah kegiatan atraksi wisata di Bantul juga banyak yang ditunda, di antaranya gelaran Jogja Air Show (JAS) 2020 yang seharusnya digelar pada 20-22 Maret mendatang di Pantai Depok dan Parangtritis. Padahal event tersebut biasanya mampu menyedot pengunjung di atas 40.000 orang.
“Sebanyak 22 pentas seni yang rutin digelar setiap akhir pekan di beberapa objek wisata juga kami tunda sampai batas waktu yang belum ditentukan, sampai keadaan kondusif,” ujar Annihayah.
Tak hanya kegiatan di Bantul, namun kegiatan pameran wisata di luar daerah juga dibatalkan. Padahal sesuai jadwal dalam dua bulan ini seharusnya Dinas Pariwisat Bantul mengikuti pameran wisata di Surabaya dan Palembang.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo memastikan semua objek wisata di Bantul tetap buka seperti biasa meski marak wabah Corona, namun pihak pengelola wisata tetap diminta untuk mengedepankan kewaspadaan dan mematuhi protokoler kesehatan selama massa merebaknya wabah virus Corona ini.
Pihaknya sudah sudah memberikan imbauan terkait keamanan wisata saat ini seperti menyediakan sarana cuci tangan yang memadai, hand sanitizer serta imbauan bagi wisatawan untuk tidak meluda sembarangan di lokasi objek wisata, “Bila perlu menyediakan vitamin dan minuman rempah-rempah untuk daya tahan tubuh. Selain itu menjaga pola hidup bersih dan sehat untuk kewaspadaan. Saya kira imbauan ini penting ketimbang meng-close [menutup objek wisata],” ujar Kwintarto.
Heru menambahkan penurunan jumlah wisatawan saat ini tidak hanya dipengaruhi wabah Corona, namun juga karena Januari-April ini merupakan masa paceklik wisatawan, bukan bulan liburan sekolah dan saat bersamaan saat ini musim penghujan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.