Antisipasi Corona, Lapas Cebongan Bakal Ditutup untuk Kunjungan Selama Dua Pekan

Petugas Lapas kelas II B Cebongan, Sleman melakukan pemeriksaan terhadap salah pengunjung dan juga petugas Lapas Cebongan, Senin (16/3/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
17 Maret 2020 00:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Cebongan, Sleman menggandeng Dinas Kesehatan kabupaten Sleman menggelar sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan juga kepada petugas Lapas. Lapas Cebongan juga bakal melakukan lockdown yang bakal dilaksanakan pada 19 Maret 2020.

Kepala Lapas (Kalapas) II B Cebongan Sleman Gunarto mengatakan jika upaya sosialisasi bertujuan sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19 dan persiapan dalam menghadapi Orang Dalam Pemantauan (ODP) di dalam UPT Pemasyarakatan.

Selain itu, sosialisasi juga ditujukan sebagai upaya persiapan petugas di UPT Lapas Cebongan dalam pencegahan Covid-19 dan penanganan khusus apabila terdeteksi adanya virus corona.

"Untuk saat ini, baru sosialisasi karena di luar mulai marak (Covid-19) sehingga kami (Lapas) memberi pemahaman ke seluruh warga binaan. Perilaku hidup bersih dan sehat di dalam. Kebersihan diri, etika batuk, kebersihan umum dan corona. Kami juga mendatangkan Dinkes Sleman yang lebih berkompeten," ungkapnya.

Lebih lanjut, Gunanto dan jawatannya juga telah menginisiasi upaya pemeriksaan suhu tubuh terhadap petugas dan pengunjung di Lapas Kelas II B Sleman. Menurutnya, upaya tersebut merupakan instruksi dari Dirjen Permasyarakatan yang dituangkan dalam Surat Edaran Dirjen Pemasyarakatan (PAS) nomor SEK-KP.09.01-245 terkait pencegahan penanggulangan virus corona di seluruh Lapas di Indonesia.

"Langkah tersebut merupakan upaya antisipasi masuknya virus corona ke dalam Lapas, untuk sementara bagi pengunjung yang suhu tubuhnya mencapai 38 Celcius, tidak diperkenankan masuk. Pemeriksaan suhu tubuh ini sendiri dilakukan petugas Lapas dan petugas Kesehatan Lapas," ungkapnya.

Selain itu, pihak lapas juga sudah menyiapkan hand wash di lokasi Lapas yang mudah di akses oleh pengunjung. Adapun, upaya pemeriksaan kepada WBP juga dilakukan secara reguler oleh jawatannya. "Kami (Lapas Cebongan) ada sambang medis setiap harinya pada pagi dan sore hari untuk deteksi dini tahanan atau napi yang sakit," imbuhnya.

Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan lapas II B Cebongan Sleman Erik Murdiyanto mengatakan jika upaya lockdown juga akan diterapkan oleh Lapas Cebongan. Lockdown sendiri bakal diterapkan pada tanggal 19 Maret mendatang.

Setelah lockdown diterapkan pengunjung tidak diperbolehkan untuk melakukan kunjungan terhadap WBP yang ada di Lapas Cebongan. "Tidak boleh ada kunjungan selama lockdown, itu (lockdown) berlaku selama 14 hari," tutupnya.