Ekonom CORE: Sukses Koperasi Desa Dilihat dari Dampak Ekonomi
Ekonom CORE menilai keberhasilan Kopdes Merah Putih harus diukur dari dampak ekonomi desa, bukan jumlah koperasi.
Petugas PT Angkasa Pura I (Persero) menyemprotkan cairan disinfektan dan membersihkan sejumlah fasilitas di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Sleman, Jumat (13/03/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Pengawasan penumpang oleh PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta makin ketat untuk mencegah meluasnya kasus COVID-19.
Sebelumnya, pihak bandara hanya mengawasi penumpang intenasional di Terminal B, sedangkan saat ini penumpang domestik juga tak lepas dari pengawasan PT Angkasa Pura I yang berada di terminal A.
Communication and Legal Manager Bandara Adisutjipto Rio Hendarto menyebut, ada beberapa penumpang domestik yang menjadi perhatian bandara setempat.
"Memang semua penumpang di tiap daerah berisiko. Bandara Solo [Adi Soemarmo] sudah di-close ya, justru yang kami khawatirkan dari Jakarta, Bali, tapi antisipasi ini terus dilakukan," katanya, ditemui di bandara setempat, Senin (16/3/2020).
Petugas bandara, jelas Rio, disiapkan dengan alat pengukur suhu saat menerima penumpang dari pintu kedatangan di bandara setempat. Penumpang yang datang lalu dicek dengan menembakkan alat sensor suhu. Jika tak didapatai memiliki suhu tubuh tinggi, mereka dipersilakan keluar dari bandara, tetapi jika terindikasi suhu tubuhnya di atas atau 38 derajat celcius, petugas KKP langsung mengambil tindakan.
"Jika memang ada yang memiliki suhu tubuh melebihi 38 derajat celcius menjadi kewenangan KKP mengambil tindakan. Memang semuanya [petugas bandara] lebih diketatkan dengan dibekali alat pengecek suhu," jelasnya.
Rio menuturkan bahwa COVID-19 jelas berdampak pada penurunan jumlah penumpang di Bandara Adisutjipto. Penerbangan internasional sendiri mencapai 5.751 pax seminggu sebelum maraknya virus corona di Yogyakarta.
"Jadi saat isu corona muncul, turun mencapai 4.393 pax atau 23,6 persen. Angka tersebut tercatat mulai 24 Februari hingga 1 Maret 2020," jelas dia.
Sementara, penerbangan domestik sepanjang periode 24 Februari hingga 1 Maret lalu, penumpang mencapai 128.433 pax. Namun satu pekan berikutnya hanya tercatat 122.379 pax penerbangan atau turun sekitar 4 persen.
Kendati mengalami penurunan, pihak bandara terus melakukan antisipasi penyebaran virus. Salah satunya, penyemprotan disinfektan di lokasi yang rawan penyebaran virus, demi meyakinkan masyarakat supaya merasa aman di Bandara Adisutjipto.
"Langkah pencegahan [penyemprotan disinfektan] ini kami lakukan secara bertahap. Artinya, meski isu virus ini telah merebak di Yogyakarta, pengawasan tetap kami utamakan. Maka kami bekerjasama dengan KKP untuk upaya pencegahannya," kata dia.
Penyemprotan disinfektan sendiri telah dilakukan pada Jumat (13/3/2020) lalu. Kali ini peyemprotan kembali dilakukan pada Senin, dimulai dari terminal B dan berlanjut ke terminal A. Fasilitas bandara seperti troli hingga kursi ruang tunggu juga disemprot disinfektan. Penyemprotan dimulai pukul 13.30 WIB dan berakhir pukul 14.30 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Ekonom CORE menilai keberhasilan Kopdes Merah Putih harus diukur dari dampak ekonomi desa, bukan jumlah koperasi.
Pencegahan stunting tidak selalu membutuhkan biaya mahal. Pemenuhan gizi anak dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku berjudul Mudah dan Sukses Usaha Beternak Ayam Kampung Super di Balai Padukuhan Kanigoro.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 6 Juni 2026 lengkap. Transportasi andalan komuter cepat, murah, dan bebas macet.
BMKG prakirakan cuaca DIY 6 Juni 2026 cerah hingga udara kabur. Warga diminta waspada perubahan cuaca lokal.
Bedah buku berjudul Negara dan Darurat Digital: Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman digelar di Balai Kalurahan Ngawis, Kamis (4/6/2026).