UNBK Tetap Digelar, Guru dan Siswa Diimbau Tak Melakukan Kontak Fisik

Ilustrasi. - Harian Jogja/Desi Suryanto
17 Maret 2020 04:47 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Sekolah Menengah Kejujuran (SMK) di Gunungkidul sejak Senin (16/3/2020), mulai melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Dengan kondisi adanya penyebaran virus covid-19, pihak sekolah akan terus berpegang pada protokol pendidikan dalam pencegahan virus tersebut, seperti mengimbau para warga sekolah untuk sementara tidak melakukan kontak fisik.

"Kami melaksanakan UNBK dengan berpedoman pada protokol pelaksanaan UN untuk penanganan penyebaran covid-19 yang dikeluarkan BSNP (badan standar nasional pendidikan)," kata Kepala Sekolah SMK 3 Wonosari, Siti Fadilah kepada Harianjogja.com, Senin (16/3/2020).

Ada beberapa poin dalam standar protokol yang dilakukan oleh pihak sekolah seperti menghindari kontak fisik atau salaman selama melaksanakan ujian, mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer sebelum dan sesudah ujian, hingga melakukan pembersihan ruangan ujian sebelum dan sesudah digunakan setiap sesinya.

"Untuk UNBK kami kali ini sebanyak dua sesi setiap harinya sampai hari keempat," paparnya.

Selain itu, lanjut dia, pihak sekolah memastikan pengisian daftar hadir UNBK terhindar dari potensi pemaparan covid-19 dengan cara menghindari penggunaan alat tulis dipakai bersama.

"Tidak saling meminjam alat tulis, ini prosedur kami untuk kehati-hatian dan prosedur ini berlaku untuk semua peserta ujian, pengawas, proktor hingga teknisi," paparnya.

Teknis pelaksanaan UNBK seperti itu tak berbeda jauh dengan SMK Muhammadiyah 1 Playen. Dalam pelaksanaan ujian di hari pertama, pihak sekolah juga telah penerapkan standar protokoler pendidikan penanganan covid-19. Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Playen, Wadiyo mengungkapkan sebelum melaksanakan ujian, para pelajar diimbau melaksanakan shalat dhuha.

"Ketika anak berwudhu itu otomatis cuci tangan setelah itu sholat dhuha," paparnya.

Pihaknya juga melakukan sosialisasi terhadap para pelajar untuk terus melakukan kegiatan cuci tangan dengan bersih menggunakan sabun atau antiseptik sebelum dan sesudah melaksanakan ujian yang telah disediakan sekolah.

"Tidak hanya murid-murid, semua guru dan karyawan sekolah sudah kita sosialosasikan pencegahan corona," ungkapnya.

Sementara, Kepala Pendidikan Menengah Kabupaten Gunungkidul, Sangkin mengungapkan setidaknya sebanyak 5.008 siswa SMK akan melaksanakan UNBK serentak hingga Kamis (19/3/2020). Ia menuturkan pelaksanaan UNBK kali ini memang berbeda, dengan kehadiran virus korona. Ujian kali ini, pihaknya menghimbau agar pelajar dan guru untuk meningkatkan kewaspadaannya.

"Siswa kami imbau untuk terus menjaga kesehatan, sekolah menyediakan fasilitas, jangan lupa berusaha dan berdoa, dan juga tidak perlu panik," ujarnya.

Ia menambahkan pelaksanaan UNBK kali ini bukan tanpa kendala, sehingga pencegahan tersebut mungkin tidak merata. Namun, diakuinya semua sekolah sudah siap melaksanakan UNBK dan mencegah penyeberan covid-19 dilingkungan sekolah.