Perempuan Lansia Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi Kulonprogo

Jajaran kepolisian bersama relawan saat mengevakuasi jasad Ngasiyem dari saluran irigasi di di Dusun Jatikontal, Kalurahan Temon Wetan, Kapanewon Temon, Selasa (17/3/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
17 Maret 2020 12:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Ngasiyem, 93, warga Dusun Ngulakan, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo ditemukan tak bernyawa di saluran irigasi yang berada di Dusun Jatikontal, Kalurahan Temon Wetan, Kapanewon Temon, Selasa (17/3/2020).

Jasad perempuan lanjut usia itu ditemukan tersangkut di selokan yang oleh warga disebut Selokan Kalibawang. Adapun penemuan itu pertama kali diketahui oleh warga setempat sekitar pukul 6.30 WIB.

Warga kemudian melaporkan penemuan ini kepada Polsek Temon dan langsung dibawa ke RSUD Wates untuk dilakukan pemeriksaan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter RSUD Wates, dr. Monic, korban sudah meninggal sejak dua hari terakhir dan tidak ditemukan luka tanda-tanda penganiyaan.

"Tidak ada tanda tanda penganiayaan, dan meninggal kurang lebih sudah dua hari karena 80 persen kulit mengelupas," kata Monic, usai melakukan pemeriksaan terhadap jasad Ngasiyem, di RSUD Wates, Selasa siang.

Sebelum ditemukan tewas, Ngasiyem sempat izin kepada keluarga untuk membantu hajatan di rumah saudara. Ia pergi dari rumah sejak Minggu (15/3/2020). Pada Senin (16/3/2020), pihak keluarga dikagetkan dengan kabar bahwa Ngasiyem tidak pernah ada di tempat hajatan. Hal itu disampaikan oleh pihak saudara yang menggelar hajat.

"Pas ngantar nasi, saudara saya bilang kalau simbah enggak pernah ke sana, simbah juga enggak pernah pulang, sudah kami cari tapi gak ketemu, tahu-tahu dapat kabar kalau simbah sudah meninggal," ujar, Jemingan 45 salah satu anak korban.

Kapolsek Temon, Kompol Riyono mengatakan sejak beberapa hari terakhir memang ada laporan orang hilang yang masuk di kantornya. Belakangan diketahui orang yang hilang itu ternyata adalah Ngasiyem.

"Setelah dipastikan bahwa itu benar jasad korban maka kami sudah serahkan kepada keluarga," ucapnya.

Sehari sebelumnya, Senin (16/3/2020) juga ditemukan mayat yang tergeletak di area persawahan di Kalurahan Kaligintung, Temon. Setelah berhasil diidentifikasi mayat berjenis kelamin laki-laki itu diketahui bernama Mitro Wiyono, 77, warga Dusun Girigondo, Kaligintung, Temon.

Dari pemeriksaan tim dokter Puskesmas Temon lanjutnya, diduga Mitro meninggal dunia akibat sakit dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiyaan di tubuh lansia tersebut.