Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Kapolresta Jogja, Kombespol Armaini, menunjukkan barang bukti kaos tersangka yang digunakan saat mencabuli korbannya, Selasa (17/3/2020). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Pelaku penculikan dan pencabulan anak di Kotagede yang terekam CCTV telah ditangkap Polresta Jogja pada Sabtu (14/3/2020) malam di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur. Pelaku, SA, 26 tahun, mengaku kecanduan film porno dan telah melakukan aksinya beberapa kali.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Armaini, menjelaskan SA merupakan mahasiswa salah satu kampus negeri di Jogja yang sejak 2018 lalu memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah. “Kecanduan film porno sejak kuliah, dan putus kuliah pada semester enam,” ujarnya, Selasa (17/3/2020).
Berdasarkan pemeriksaan, ia mengungkapkan pelaku sebenarnya bukan pedofilia. Karena keterbatasan ekonomi, SA menjadikan anak kecil sebagai korban hasrat seksnya. Ia juga mengungkapkan ada kemungkinan SA melakukan pencabulan pada korban lainnya. “Sedang kami dalami tempatnya dimana, kami juga kroscek ke satuan polisi setempat bila ada laporan,” katanya.
SA mengetahui aksinya terekam CCTV dan tersebar di media sosial setelah diberitahu teman kosnya pada Jumat (13/3/2020) siang. Saat itu juga SA melarikan diri ke Surabaya menggunakan bus. Di Surabaya, ia mengaku sempat ditolong warga setempat dengan diberi makan dan sejumlah uang.
Kepada media, SA mengaku menyesal atas perbuatannya. Ia minta maaf kepada keluarga korban. “Saya minta maaf kepada keluarga korban, teman kos saya, juga keluarga saya yang telah saya permalukan karena kejadian ini,” ucapnya.
SA menculik anak perempuan usia enam tahun di lingkungan rumah korban, wilayah Rejowinangun, Kotagede, pada Kamis (12/3/2020) siang. Ia bermodus menanyakan jalan menuju JEC dan kebun binatang. Setelah korban mau mengantarnya, ia bawa korban ke gang Satria, Mujamuju, Umbulharjo.
Di gang itu lah SA menurunkan korban dan mencabulinya. Karena korban menangis dan terdengar suara motor, pelaku pun pergi dengan motornya meninggalkan korban di lokasi. “Memang tujuannya ke situ, pelaku sudah hafal daerah situ,” ujar Kombes Pol Armaini.
Atas perbuatannya. SA diduga melanggar Pasal 76 F UU RI No. 35/2014 tentang perubahan UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 83 UU UU RI No. 35/2014 tentang perubahan UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana tiga sampai 15 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Kecelakaan di Berbah, Sleman, menewaskan pemotor setelah menabrak pembatas jalan dan terpental ke jalur berlawanan di Jalan Jogja–Solo.
Prakiraan cuaca BMKG hari ini didominasi berawan dan hujan ringan di sejumlah wilayah. Simak daerah yang berpotensi hujan dan petir.
Mediasi tunggakan gaji RSGM Bantul belum mencapai kesepakatan. Disnakertrans menjadwalkan mediasi terakhir sebelum sengketa berlanjut ke PHI.
Prediksi rupiah 6 Juli 2026 menguat ke kisaran Rp17.910 per dolar AS. Simak sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakannya.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 5 Juli 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.