UPDATE CORONA: Kecamatan di DIY yang Diduga Terpapar Bertambah, Ini Data Lengkapnya

Peta sebaran covid-19 di DIY - Ist
19 Maret 2020 18:37 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Jumlah kecamatan di DIY yang diduga terpapar virus Corona bertambah.

Pantauan Harianjogja.com, di https://corona.jogjaprov.go.id/ hingga Kamis (19/3/2020) petang, ada 42 kecamatan yang terpantau terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun pasien positif Covid-19.

Jumlah tersebut meningkat hanya dalam waktu sehari. Sebelumnya pada Rabu (18/3/2020), tercatat hanya 34 kecamatan.

Berikut daftar kecamatan di DIY yang diduga terpapar Corona berdasarkan pantauan adanya ODP, PDP dan pasien positif Corona.

Gunungkidul
Tanjungsari (ODP 1)
Semanu (ODP 2)
Playen (ODP 1)
Nglipar (ODP 1)
Gedangsari (ODP 1)
Patuk (ODP 1)
Karangmojo (ODP 3)

Sleman
Berbah (ODP 1, PDP 2)
Depok (ODP 9)
Kalasan (ODP 1)
Sleman (ODP 3)
Ngaglik (Positif 1)
Moyudan (ODP 1)
Minggir (ODP 1)
Ngemplak (PDP 1)

Bantul
Piyungan (ODP 5)
Banguntapan (ODP 9)
Kasihan (PDP 2 dan ODP 3)
Sewon (ODP 3)
Jetis (PDP 1 dan ODP 2)
Bantul (ODP 2)
Pundong (ODP 1)
Srandakan (ODP 1)


Kota Jogja
Gedongtengen (PDP 1)
Kotagede (2 ODP)
Ngampilan (3 ODP)
Mantrijeron (PDP 1, ODP 2)
Umbulharjo (ODP 7, PDP 2 dan positif 1)
Mergangsan (PDP 1 dan ODP 14)
Gondomanan (PDP 2, ODP 1)
Wirobrajan (PDP) 1, ODP 3
Tegalrejo (PDP 2)
Jetis (PDP 1)
Gondokusuman (7 ODP)
Danurejan (1 ODP)

Kulonprogo
Galur (ODP 1)
Sentolo (PDP 1 dan ODP 1)
Panjatan (ODP 2)
Pengasih (ODP 2)
Wates (ODP 1, PDP 1)
Kokap (ODP 2)
Nanggulan (ODP 1)

Sebelumnya Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan alasan merilis peta persebaran Covid-19 tersebut untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Selain itu melalui peta tersebut diharapkan menjadi kewaspadaan bersama. Ia mengingatkan kewaspadaan bukan hanya di kecamatan yang ada kasusnya saja, tetapi juga kecamatan lain.

Mengingat secara epidemiologis wilayah DIY termasuk padat. Selain itu mobilitas masyarakat DIY ini sangat dinamis, sehingga kesatuan wilayah secara epidemiologis tidak terpisahkan antar kecamatan.

"Peta persebaran tersebut diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat. Disamping itu [melalui] angka persebaran ini harapan kami dapat dijadikan kewaspadaan kita [bersama]. Tetapi ini tidak menunjukkan zona merah. Karena secara epidemiologis wilayah DIY ini adalah wilayah yang padat, tidak terpisahkan, sehingga jangan dimaknai bahwa hanya kecamatan yang ada kasus yang perlu waspada," katanya, Rabu (18/3/2020) sore.

Berty mengimbau kepada seluruh masyarakat DIY agar tidak panik dengan diinformasikannya persebaran tersebut. Sesuai dengan arahan Gubernur DIY, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah serta menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dan meningkatkan stamina tubuh.

"Harapan kami semua masyarakat di DIY tetap waspada dan tidak panik, tetapi mengikuti arahan bapak Gubernur [DIY] bahwa mengurangi keluar rumah bila tidak penting. Mengurangi berkumpul dengan banyak orang, rajin melakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, meningkatkan stamina tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat," ujarnya.