Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Gunung Merapi mengalami erupsi pada Selasa (3/3/2020)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN - Jip wisata merapi (lava tour) juga terkena imbas merebaknya virus Corona (Covid-19) di DIY. Berdasarkan catatan dari asosiasi jip wisata lereng merapi (AJWLM) sisi timur kunjungan wisatawan kebanyakan berasal dari luar daerah.
Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) sisi timur Bambang Sugeng mengatakan jika penurunan wisatawan bahkan mencapai 70% jika dibandingkan hari hari sebelumnya. Banyak wisatawan yang sebelumnya sudah berencana untuk menghabiskan waktu liburannya di objek wisata jip merapi terpaksa membatalkan rencananya.
"Sejak Sabtu [14/3/2020] lalu pengunjung yang datang masih normal, namun hari Minggu [15/3/2020] keesokan harinya sudah banyak yang cancel, selanjutnya berturut-turut hari Senin [16/3/2020] juga sudah banyak yang cancel, bahkan hari ini ada dua grup yang juga cancel, komunitas jip lain juga mengeluhkan hal yang sama," ujar Bambang, Rabu (18/3/2020).
Ketika disinggung mengenai dampak dari penutupan objek wisata alam yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), Bambang mengaku jika kebijakan tersebut justru bukan menjadi faktor atas menurunnya jumlah kunjungan ke lereng Merapi.
"Dari AJWLM juga maklum karena kebanyakan wisatawan berasal dari luar daerah. Wisatawan mungkin punya kebijaksanaan untuk tidak berpergian. Memang sangat berpengaruh sekali terhadap pendapatan pelaku wisata jip wisata merapi, untuk itu kami [AJWLM] sangat berharap masalah Corona bisa segera teratasi," ungkap orang nomor satu di AJWLM sisi timur ini.
Lebih lanjut, Bambang hanya bisa pasrah menerima keadaan yang ada dan terus melakukan update terkait dengan perkembangan Covid-19 ini.
"Walaupun Jogja belum lockdown, kebanyakan tamu kami [AJWLM] berasal dari luar daerah yang mungkin sudah menetapkan lockdown, oleh karena itu masyarakat di luar Jogja banyak yang memutuskan untuk tidak keluar rumah," terangnya.
Dinas Pariwisata Sleman
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih mengimbau agar pelaku wisata memperhatikan aspek higienitas baik untuk para pelaku itu sendiri maupun fasilitas untuk tamu.
"Kami mengimbau agar para pelaku menyediakan media dan tempat cuci tangan ataupun hand sanitizer yang memadahi. Dan kami juga mengimbau kepada seluruh wisatawan agar memperhatikan etika dalam bersin atau batuk untuk menutup dengan lekukan siku lengan atau ditutup dengan tissue dan dibuang pada tempat sampah yang tertutup," ungkapnya.
Lebih lanjut, Sudarningsih juga sangat berharap kepada seluruh pengelola wisata yang ada di Bumi Sembada untuk melakukan deteksi dini Covid-19 terhadap pengunjung maupun pemandu. Apabila memang terlihat gejala diharapkan segera diperiksakan ke rumah sakit rujukan dan menggunakan masker.
Ia juga mengimbau agar wisatawan tidak meludah sembarang tempat. "Saya kira untuk menekan penyebaran virus Covid-19 perlu disiplin atas perilaku dari kita semua, pengelola obyek wisata dan desa wisata juga kami imbau agar menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Salah satunya dengan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih secara rutin," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.
Kemnaker membuka pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026 dengan dana Rp5 juta untuk mendukung usaha mandiri masyarakat.
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Konsultan keuangan Elvi Diana meminta OJK memperketat screening dan edukasi publik guna mencegah maraknya investasi ilegal.