Advertisement

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pasar Beringharjo Dibersihkan dengan Disinfektan

Lugas Subarkah
Sabtu, 21 Maret 2020 - 00:17 WIB
Nina Atmasari
Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pasar Beringharjo Dibersihkan dengan Disinfektan Sejumlah pedagang membersihkan Pasar Beringharjo, Jumat (20/3/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Upaya memutus persebaran virus corona terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dengan memastikan kebersihan di seluruh tempat umum, salah satunya Pasar Beringharjo. Setiap hari, pasar terbesar Kota Jogja ini dibersihkan menggunakan disinfektan.

Di depan pintu barat Pasar Beringharjo pagi itu, Jumat (20/3/2020) terlihat beberapa petugas mengecek suhu tubuh pengunjung yang hendak masuk pasar. Pengunjung yang telah dicek kemudian diimbau menggunakan masker dan cuci tangan di wastafel.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono, menjelaskan sejak Senin (16/3/2020) pihaknya telah menerapkan protokol pencegahan Covid-19 di seluruh pasar di Kota Jogja yakni sebanyak 30 pasar. “Tapi memang prioritasnya untuk pasar besar dulu seperti Beringharjo, Kranggan, Demangan, Sentul, Pathok, yang resiko pengunjungnya lebih banyak,” ujarnya.

Untuk Pasar Beringharjo, pihaknya menyemprot disinfektan sebanyak dua kali dalam sehari, yakni pagi sebelum mulai aktifitas dan sore setelah aktivitas. Khusus untuk Pasar Beringharjo bagian timur, karena aktivitas dimulai pada dini hari, maka penyemprotan juga dilakukan sebelum pukul 01.00 WIB.

Ia mengatakan indikator corona yang paling mudah diketahui adalah dengan suhu tubuh. Maka setiap pengunjung yang masuk dicek dulu suhu tubuhnya. Ketika ditemui indikasi yang mengarah pada kasus corona, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

“Pedagang dan pengunjung kami cek semua. Dalam dua hari ini ada temuan pengunjung yang suhunya 38 derajat, yang masuk salah satu indikator orang dalam pengawasan, kami arahkan ke Puskesmas terdekat. Meskipun juga belum tentu covid-19,” katanya.

Untuk melokalisir pengunjung, pihaknya menutup sejumlah pintu di sirip-sirip pasar yang biasanya bisa digunakan untuk masuk pasar, agar semua pengunjung masuk melalu satu pintu. “Untuk penerapan social distancing kami masih kesulitan, tapi tetap kami imbau kepada pedagang dan pengunjung. Sejak Senin (16/3/2020) lalu jumlah pengunjung juga sudah berkurang banyak,” ungkapnya.

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan Pemkot telah mengimbau pada Jumat (20/3/2020), seluruh tempat umum seperti perkantoran dan pasar untuk dibersihkan serentak menggunakan disinfektan. “Seccara serentak tiga hari, Jumat, Minggu dan Selasa, kami minta masyarakat membersihkan lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Pada Selasa Wage (24/3/2020) besok, pentas seni budaya yang biasa digelar di Malioboro akan ditiadakan. Sebagai gantinya, masyarakat termasuk pedagang pasar diminta mengisi momen Selasa Wage dengan membersihkan lingkungan terdekatnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Alasan Polisi Enggan Beberkan Motif Pembunuhan Brigadir J

News
| Kamis, 11 Agustus 2022, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Jajal Keseruan Flying Fox Ledok Sambi, Solusi bagi yang Malas Lewat Tangga

Wisata
| Kamis, 11 Agustus 2022, 13:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement