Sekolah di Sleman Gunakan Sistem Online Hingga Akhir Maret

Foto ilustrasi. - Antarafoto/ Ampelsa
21 Maret 2020 02:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN Sekolah-sekolah di wilayah Sleman akan menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) jarak jauh melalui sistem daring (online). Penerapan kebijakan ini dimulai sejak Senin (23/3/2020) hingga Selasa (31/3/2020).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sleman Arif Haryono mengatakan beberapa langkah yang ditempuh terkait teknik belajar dengan sistem daring ini di antaranya menggunakan aplikasi daring seperti Jogja Belajar (JB Class), Rumah Belajar (Google Classroom) yang dikembangkan oleh pusat Pustekom Kemendikbud beralamatkan https://kelaspintar.co.id.

Selain itu, katanya, ada aplikasi Ruang Guru serta aplikasi lainnya yang bisa diterapkan oleh sekolah dalam beberapa hari ke depan agar peserta didik tetap belajar dari rumah. "Jadi tidak ada istilah libur. Meniadakan segala aktivitas di sekolah tidak hanya KBM tapi seluruh aktivitas di sekolah ditiadakan kemudian diganti dengan kegiatan belajar di rumah atau belajar jarak jauh," kata Arif, Jumat (20/3/2020).

Untuk melaksanakan sistem tersebut, kata Arif, Disdik telah mengumpulkan Kepala UPT Pelayanan Pendidikan, Penilik PUD dan Dikmas, seluruh pengawas SD, TK, SMP, Ketua Kelompok Kerja Kepala SD Kecamatan se-Kabupaten Sleman.

Meskipun peserta didik belajar di rumah, katanya, para guru dan kepala sekolah tetap masuk kerja dan memberikan penugasan kepada para siswa berupa aktivitas-aktivitas yang menumbuhkan kemampuan berfikir kreatif dan inovatif, tentunya melalui sistem daring.

Tugas-tugas yang diberikan dikumpulkan pukul 15.00 WIB, secara berkala. Begitupun format pengumpulan tugas peserta didik dapat berupa foto atau dalam bentuk lainnya, sesuai kebijakan masing-masing sekolah.

Bagi sekolah yang tidak menerapkan sistem daring (online) karena terkendala akses internet, kata Arif, maka sekolah tersebut dapat menggunakan alternatif lainnya. Misalnya menerapkan sistem manual dengan hard file melalui aplikasi WhatsApp. "Hal ini dilakukan untuk mempermudah sekolah memantau siswa agar tetap belajar di rumah masing-masing," katanya.

Ujian Nasional
Meski menerapkan KBM jarak jauh, katanya, untuk ujian nasional di semua tingkat pendidikan tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Ia juga mengimbau agar selama ujian nasional berlangsung, satuan pendidikan melakukan pembersihan ruang ujian sebelum dan sesudah ujian. Untuk semua alat ujian yang digunakan akan disterilkan dengan disinfektan.

"Selain itu bagi para peserta ujian yang menggunakan pencil, kertas, dan alat tulis lainnya tidak diperkenankan untuk saling meminjamkan, hal tersebut diterapkan agar alat-alat ujian tetap steril," kata Arif.

Kebijakan yang diterapkan Disdik Sleman, kata Arif, akan diawasi oleh masing-masing pengawas kemudian dievaluasi dan disampaikan kepada Disdik. Hasil evaluasi tersebut akan dilaporkan kepada Gubernur DIY pada 30 Maret mendatang.

"Kami berharap agar seluruh sekolah bisa menyampaikan kepada orang tua dan siswa. Jadi sama-sama tahu kewajiban masing-masing. Tidak perlu panik, tetapi tetap waspada," katanya.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X usai menggelar rapat dengan bupati/walikota serta Disdikpora se-DIY, Kamis (19/3/2020) di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, menyampaikan untuk mengendalikan penularan Virus Corona para siswa-siswi se-DIY dari semua tingkat diminta untuk belajar dari rumah.

Sultan berharap agar orang tua ikut berperan aktif dalam mendukung kebijakan belajar online yang diterapkan oleh Pemda DIY tersebut. "Program ini harus mendapatkan dukungan semua pihak demi kelancaran dan tetap terjaminnya hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak," harap Sultan.