BBTKLPP Yogyakarta: Stok Primer dan Reagen Sejauh Ini Masih Aman

Foto ilustrasi: Sampel darah untuk pengujian virus corona. - REUTERS
25 Maret 2020 11:47 WIB Sunartono Bantul Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta memastikan stok primer dan dan bahan kimia reagen yang menjadi syarat utama pengujian sampel pasien Covid-19 masih aman.

Balai ini telah menerima 438 sampel darah dari rumah sakit DIY dan Jawa Tengah (Jateng), dalam sehari saat ini bisa memeriksa sebanyak 58 sampel.

Kepala BBTKLPP Yogyakarta Irene mengatakan pada pekan lalu lembaganya sempat terkendala primer untuk kebutuhan laboratorium, tetapi pada Sabtu (21/3) telah diambil dari Kementerian Kesehatan. Sehingga pekan ini dan seterusnya tidak lagi ada kendala mempercepat hasil tes laboratorium.

Irene memastikan seluruh sumber daya di balainya telah bekerja selama 24 jam untuk mengetes sampel pasien terduga Covid-19 di wilayah DIY dan Jawa Tengah. "Sekarang lagi proses ini, kami sudah bekerja 24 jam. Mudah-mudahan segera selesai. Sebelumnya telah keluar hasil banyak dan diumumkan, Jateng tambah empat, DIY tambah satu, itu hasil laboratorium kami," katanya, Selasa (24/3).

Banyak kebutuhan primer dan reagen tersebut karena kebutuhannya berbagi untuk seluruh Indonesia. Pasalnya seluruh balai yang diberikan kewenangan untuk memeriksa dan menyampaikan hasil tes Covid-19 di Indonesia butuh primer dan reagen tersebut.

"Sebenarnya tidak ada kendala, waktu awal beroperasi, dikasih, terus habis, hari Sabtu kami jemput, sudah bisa lagi untuk 200 tes [spesimen]. Hari Jumat [27/3] kami jemput, soalnya kami kan berbagi untuk seluruh Indonesia," ujarnya.

Pihaknya akan mengambil stok primer dan reagen lagi ke Kementerian Kesehatan pada Jumat. Irene berharap bisa dengan cepat memberikan informasi kepastian hasil untuk rumah sakit agar tidam berlama-lama menunggu.

Dalam sehari, imbuh dia, balainyaa bisa menghasilkan pemeriksaan 58 spesimen berasal dari rumah sakit negeri dan swasta seluruh DIY dan Jateng. Spesimen yang diperiksa tersebut terdiri atas orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Ia mengatakan hingga Selasa telah menerima total 438 sampel dari rumah sakit DIY dan Jateng yang masing-masing terdiri atas 325 PDP dan 113 ODP. "Bisa lebih cepat, insyallah, doakan tenaga kami juga sehat selalu ya. Tadi kami periksa 58 [spesimen], kemarin juga 58, itu sudah diumumkan tadi hasilnya [oleh Juru Bicara Nasional Penanganan Covid-19]," ucapnya.

Kewenangan stok primer dan reagen yang langsung dikendalikan oleh Kementerian Kesehatan ini untuk menjaga kualitas hasil laboratorium. Sehingga primer dan reagen yang digunakan harus terstandar WHO.

Penunjukan hanya dua institusi dalam hal ini Balitbangkes dan BBTKLPP ini dilakukan untuk menjaga mutu dari hasil pemeriksaan. “Karena ada primer dan reagen tertentu yang digunakan untuk pemeriksaan laboratorium, sehingga [primer dan reagen ini] tidak diberikan kepada laboratorium lain. Karena kalau primer dan reagen tidak terstandar oleh WHO maka hasilnya bisa berbeda antara satu laboratorium dengan yang lain,” ucap Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie.