Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Ilustrasi tanah longsor./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Hujan yang mengguyur wilayah Bantul selama beberapa hari terakhir mengakibatkan tanah longsor di dua lokasi, yakni di Dusun Tegalawas, Desa Jatimulyo, Imogiri dan Dusun Nglengkong, Desa Bawuran, Pleret. Itulah sebabnya warga yang bermukim di dekat tebing atau dataran tinggi diminta waspada karena potensi hujan masih akan terjadi dalam beberapa ke depan.
Sukani, salah satu warga Dusun Tegalawas mengatakan pada Selasa (24/3/2020), sekitar pukul 06.00 WIB, dia dikejutkan oleh suara gemuruh di belakang rumahnya. Awalnya dia mengira ada mobil terperosok lantaran di area itu ada jalan menanjak yang acap dilewati kendaraan bermotor.
Tetapi setelah ia mengecek, ternyata suara itu bersumber dari ambrolnya sebidang tanah seluas 8 x 5 meter. Material tanah longsoran, kata dia, sempat mengenai tembok kamar mandi milik rumah tetangganya yang bernama Saniyem. “Untungnya, kamar mandi tidak jebol,” kata dia kepada Harianjogja.com, Selasa.
Sebenarnya saat hujan turun, dia sama sekali tak mengira tebing tanah itu bakal longsor, terlebih saat itu hujan hanya turun rintik-rintik.
Selain di Tegalawas, tanah longsor juga terjadi di Dusun Nglengkong, Desa Bawuran, Kecamatan Pleret, tepatnya di sebelah barat Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.
Kejadian itu sebenarnya sudah diprediksi oleh Maryono selaku Ketua Paguyuban Warga TPST Piyungan pada (11/2) lalu. Rembesan air hujan mengakibatkan tanah di sisi barat TPST menjadi labil dan berpotensi terjadi longsor. “Tanah itu kalau didiamkan saja bisa longsor,” katanya.
Retakan Tanah
Kepala Seksi Operasional (Kasiops) SAR DIY Distrik Bantul Bondan Supriyanto mengaku telah mengamati sejumlah wilayah rawan longsor sejak 1,5 tahun yang lalu. Dua kejadian tersebut, menurut dia, dipicu oleh faktor yang sama yaitu retakan tanah. “Ketika hujan turun, katanya, air akan masuk ke dalam retakan tanah. Jika dibiarkan berlama-lama tanah itu akan menjadi jenuh atau lembek,” ucap dia.
Lantaran hujan diprediksi bakal masih mengguyur wilayah Bantul, SAR terus mengingatkan warga beserta perangkat desa agar tetap waspada. Khusus untuk warga yang berada di lokasi rawan agar selalu siap untuk evakuasi bila terjadi hujan deras.
“Untuk semua warga, selama cuaca buruk harap menerapkan kesiapsiagaan tingkat III [Waspada],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.